Penilaian Risiko Karies Gigi dan Pemberian Fluoride Topikal Pada Anak Usia 12-18 Tahun di Pesantren Daruul Halim dan Eco Daarut Tauhiid
Authors
Gabriela Christabel
Program Pendidikan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Kristen Maranatha
Viona Princessca
Program Pendidikan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Kristen Maranatha
Anie Apriani
Departemen Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Kristen Maranatha
Linda Sari Sembiring
Departemen Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Kristen Maranatha
Surya Dinata
Departemen Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Kristen Maranatha
Anastasia Alamanda Chakravitha
Departemen Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Kristen Maranatha
Teguh Setiawan
Departemen Ilmu Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Kristen Maranatha
Atria Indahsari
Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha
Abstract
Karies gigi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak-anak dan remaja, terutama di lingkungan pesantren dengan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko karies gigi serta memberikan edukasi dan aplikasi fluorida topikal sebagai upaya pencegahan pada santri usia 12-18 tahun di Pesantren Daruul Halim dan ECO Pesantren Daarut Tauhiid. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan gigi, penilaian risiko karies menggunakan formulir Caries Management Risk Assessment (CAMBRA), serta aplikasi fluorida topikal menggunakan acidulated phosphate fluoride (APF) dalam bentuk gel. Hasil penelitian menunjukkan kedua pesantren memiliki kategori high risk, yaitu sebanyak 57% (12 orang) di Pesantren Daruul Halim dan 44% (8 orang) di Pesantren Daarut Tauhiid. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa risiko karies santri di Pesantren Daruul Halim dan Daarut Tauhiid memerlukan edukasi dan program pencegahan berbasis komunitas berupa aplikasi fluorida topikal dapat menjadi langkah efektif dalam mengurangi prevalensi karies di kalangan santri pesantren.