Skrining Kesehatan dan Edukasi Berbasis Hasil Pemeriksaan pada Siswa dan Guru di SMAK 3 BPK Penabur Bandung
Authors
Wenny Waty
Departmen Skills Lab, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Janice Natalia
Departmen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Ludovicus Edwinanto
Departmen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Inez Felia Yusuf
Departmen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Cherry Azaria
Departmen Histologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Shirley Tanuwireja
Departmen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Kenvin Marfian
Departmen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Abstract
Skrining kesehatan di lingkungan sekolah merupakan upaya promotif dan preventif yang penting untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular pada kelompok remaja dan dewasa. Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi kesehatan dasar guru dan siswa serta memberikan edukasi kesehatan berbasis hasil pemeriksaan di SMAK 3 BPK Penabur Bandung. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Oktober 2025 dengan melibatkan 82 peserta yang terdiri atas 35 siswa dan 47 guru. Metode yang digunakan meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik umum, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), pemeriksaan kadar asam urat menggunakan alat pemeriksaan cepat, serta edukasi kesehatan sesuai hasil pemeriksaan. Hasil skrining menunjukkan bahwa pada kelompok siswa, 11,4% mengalami hipertensi, seluruh peserta memiliki kadar GDS normal, 22,9% memiliki kadar asam urat meningkat, dan 8,6% menunjukkan temuan pemeriksaan fisik yang memerlukan tindak lanjut. Pada kelompok guru, 31,9% mengalami hipertensi, 8,5% memiliki kadar GDS meningkat, 19,1% memiliki kadar asam urat meningkat, dan 6,4% menunjukkan temuan pemeriksaan fisik yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Dapat disimpulkan bahwa meskipun sebagian besar peserta berada dalam kondisi kesehatan yang baik, skrining kesehatan berbasis sekolah tetap efektif untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular serta mendukung peningkatan kesadaran dan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
Kata kunci: skrining kesehatan, edukasi kesehatan, guru, siswa, penyakit tidak menular