Gambaran Prevalensi Penyakit pada Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat di Bandung Timur
Authors
Shiela Stefani
Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Audrey Angelina Putri Taharuddin
Program Studi Sarjana Bioteknologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Susy Tjahjani
Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Sijani Prahastuti
Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Penny Setyawati Martioso
Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Philips Onggowidjaja
Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Lusiana Darsono
Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Julia Windi Gunadi
Departemen Faal, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Abstract
Skrining kesehatan masyarakat merupakan salah satu strategi penting dalam upaya deteksi dini berbagai kondisi kesehatan pada tingkat komunitas. Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan berbagai keluhan dan kondisi kesehatan yang ditemukan pada kegiatan skrining kesehatan masyarakat di wilayah Bandung Timur. Skrining kesehatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang meliputi koordinasi dengan pihak setempat, survei lokasi, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, serta analisis data secara deskriptif. Pemeriksaan kesehatan dilakukan melalui anamnesis dan pendataan riwayat penyakit peserta. Sebanyak 519 individu dengan rentang usia yang beragam berpartisipasi dalam kegiatan skrining ini. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa terdapat berbagai kelompok penyakit yang teridentifikasi, meliputi gangguan muskuloskeletal, penyakit saluran pernapasan, penyakit gastrointestinal, penyakit kardiovaskular, serta beberapa kondisi kesehatan lainnya. Keluhan kesehatan yang paling sering ditemukan adalah mialgia (19,7%), diikuti oleh infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) (13,8%), osteoartritis (12,6%), gastritis (9,8%), dan dispepsia (8,1%). Sebagian besar kasus ditemukan pada kelompok usia dewasa dan lansia serta lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Temuan ini menunjukkan bahwa berbagai keluhan kesehatan cukup umum ditemukan pada masyarakat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti aktivitas fisik, pola hidup, serta kondisi lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan skrining kesehatan masyarakat memiliki peran penting dalam deteksi dini masalah kesehatan serta dapat menjadi dasar dalam pengembangan program promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.