Profil Prevalensi Penyakit Tidak Menular Utama di Wilayah Bandung Timur
Authors
July Ivone
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Audrey Angelina Putri Taharuddin
Program Studi Sarjana Bioteknologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Yenni Limyati
Departemen Skills Lab, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Rita Tjokropranoto
Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Ardo Sanjaya
Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Cindy Lufika
Departemen Faal, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Abstract
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di dunia dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Deteksi dini melalui skrining kesehatan merupakan salah satu strategi penting untuk mengidentifikasi faktor risiko PTM pada masyarakat. Kegiatan skrining kesehatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil faktor risiko PTM pada masyarakat di wilayah Bandung Timur. Skrining kesehatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang meliputi koordinasi dengan pihak setempat, survei lokasi, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, serta pengolahan data secara deskriptif. Pemeriksaan kesehatan meliputi anamnesis, pengukuran tekanan darah, serta pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat menggunakan alat deteksi cepat. Kegiatan ini diikuti oleh 519 peserta dengan rentang usia yang beragam. Hasil skrining menunjukkan bahwa terdapat empat PTM utama yang teridentifikasi, yaitu hipertensi (151 individu), diabetes mellitus (58 individu), hiperkolesterolemia (74 individu), dan hiperurisemia (68 individu). Sebagian besar kasus PTM ditemukan pada kelompok usia dewasa dan lansia, serta lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Selain itu, beberapa peserta juga mengalami lebih dari satu kondisi PTM secara bersamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor risiko PTM cukup umum ditemukan di masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan skrining kesehatan secara berkala di tingkat komunitas perlu terus didorong sebagai upaya deteksi dini serta pencegahan penyakit tidak menular.