Hasil Pemeriksaan Cibeunying: Analisis Epidemiologi Deskriptif Dan Intervensi Farmakologis Pada Komunitas Urban-Suburban
Authors
Nathanael Andry Mianto
Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Adelina Khristiani Rahayu
Program Sarjana Bioteknologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Cindra Paskaria
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Raden Ghita Sariwidyantry
Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Andi Susanto
Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Indah Kusuma Dewi
Departemen Ilmu Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Stephen Iskandar
Departemen Ilmu Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Abstract
Transisi epidemiologi ganda di Indonesia memunculkan beban ganda penyakit, di mana Penyakit Tidak Menular (PTM) meningkat tajam bersamaan dengan masih tingginya kasus Penyakit Menular. Pemeriksaan kesehatan di tingkat komunitas menjadi esensial untuk deteksi dini. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan di RW 17 dan RW 20 Cibeunying. Data rekam medis dari 234 partisipan dianalisis untuk mengevaluasi profil demografi, prevalensi penyakit, dan rasionalitas intervensi farmakologis. Mayoritas partisipan berada pada kelompok usia dewasa (46.5%) dan lanjut usia (42.3%). Hasil skrining menunjukkan lima kelompok penyakit paling dominan: Gangguan Muskuloskeletal (38.8%), Penyakit Kardiovaskular dan Metabolik (35.4%), Infeksi Saluran Pernapasan (18.3%), Gangguan Saraf/Neurologi (16.2%), dan Gangguan Gastrointestinal (15.8%). Intervensi farmakoterapi didominasi oleh peresepan analgesik/NSAID (Meloxicam, Asam Mefenamat), antihipertensi (Amlodipine), dan gastro-protektor (Omeprazole). Komunitas Cibeunying menghadapi beban tinggi penyakit degeneratif dan kardiometabolik, sehingga Optimalisasi Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM sangat mendesak dilakukan untuk menekan laju morbiditas penyakit kronis di wilayah ini.
Kata Kunci: Epidemiologi Komunitas, Hipertensi, Osteoartritis, Farmakoterapi, Kesehatan Urban.