Skrining Tekanan Darah Dan Analisis Faktor Risiko Hipertensi Pada Warga RW 17 Cibeunying, Bandung

Authors

  • Allen Albert Pelapelapon Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
  • Agnes Sahamastuti Program Studi Bioteknologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
  • Larissa Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
  • Yenny Noor Departemen Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
  • Imelda Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
  • Arief Budiono Departemen Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
  • Yohanes Rudijanto Departemen Ilmu Anestesi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah di masyarakat menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui distribusi tekanan darah serta menganalisis hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada warga RW 17 Cibeunying, Kota Bandung. Metode yang digunakan berupa skrining tekanan darah dan pengumpulan data demografis warga, meliputi usia, jenis kelamin, dan RT asal. Sebanyak 178 warga RW 17 Cibeunying berpartisipasi dalam kegiatan ini. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden dan prevalensi hipertensi, sedangkan analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-square (α = 0,05) dengan perhitungan odds ratio (OR). Hasil menunjukkan bahwa 44,38% warga RW 17 Cibeunying mengalami hipertensi, 14,61% pra-hipertensi, dan 41,01% memiliki tekanan darah normal. Rata-rata tekanan darah sistolik adalah 134,55 mmHg dan diastolik 85,76 mmHg. Analisis statistik memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian hipertensi (p < 0,0001; OR = 5,125; 95% CI = 2,649–10,03). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan hipertensi (p = 0,477). Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di masyarakat cukup tinggi dan meningkat pada kelompok usia lebih tua. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan serta pemeriksaan tekanan darah secara berkala sebagai strategi pencegahan hipertensi di masyarakat. Kata kunci: faktor risiko, hipertensi, tekanan darah, skrining kesehatan

Downloads

Published

2026-04-28

Issue

Section

Articles