Evaluasi Klinis Kardio-Metabolik dan Profil Dermatologi Pada Populasi Lansia di Wilayah Bandung Utara
Authors
Meilinah Hidayat
Magister Penuaan Kulit dan Estetika, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Kristianto Witono
Magister Penuaan Kulit dan Estetika, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Anton Sumarpo
Program Studi Bioteknologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Adelina Khristiani Rahayu
Program Studi Bioteknologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Edo Raharja
Magister Penuaan Kulit dan Estetika, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Abstract
Peningkatan angka harapan hidup berimplikasi pada eskalasi prevalensi kelainan degeneratif. Penuaan seluler (senescence) menginduksi alterasi struktural dan fungsional sistemik, yang bermanifestasi secara internal pada kompartemen vaskular (kardiometabolik) maupun secara eksternal pada organ kutaneus (dermatologi). Evaluasi terintegrasi pada populasi geriatri di tingkat komunitas esensial untuk mendeterminasi profil morbiditas primer secara objektif. Studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) diaplikasikan pada 85 partisipan di wilayah Bandung Utara. Asesmen difokuskan pada evaluasi hemodinamik (tekanan darah arteri), anamnesis komorbiditas, distribusi keluhan subjektif dermatologi, serta pemeriksaan fisik objektif yang mencakup elastisitas jaringan, eksistensi kerutan (rhytides), dan gangguan hiperpigmentasi (melasma, lentigo senilis, hiperpigmentasi pasca-inflamasi). Evaluasi hemodinamik mengidentifikasi disfungsi vaskular yang signifikan, di mana 51,8% partisipan terklasifikasi pada Hipertensi Derajat 1 dan 2, diiringi prevalensi komorbiditas Diabetes Melitus tipe 2 (12,9%). Pada parameter dermatologi, anamnesis subjektif didominasi oleh keluhan diskromia dan gangguan barier kulit (xerosis). Pemeriksaan objektif mengonfirmasi manifestasi penuaan intrinsik dan photoaging; 80,0% partisipan mengalami penurunan elastisitas kulit, 95,3% memiliki kerutan, serta tingginya prevalensi melasma (64,7%) dan lentigo senilis (25,9%). Analisis patofisiologi mendemonstrasikan bahwa sistem vaskular dan kutaneus berbagi jalur degeneratif konkomitan, yakni disregulasi stres oksidatif, penurunan fungsi seluler, dan akumulasi Advanced Glycation End-products (AGEs). Berdasarkan hasil ini menunjukkan bahwa terdapat prevalensi tinggi terhadap disfungsi kardiometabolik dan alterasi dermatologi kronis pada komunitas ini. Penatalaksanaan kuratif dan preventif perlu difokuskan pada regulasi hemodinamik, kontrol metabolik, serta edukasi pemeliharaan barier kulit dan proteksi ultraviolet harian.