Hubungan Ibu Usia Dini Saat Melahirkan dengan Kejadian Stunting Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Buntut Bali Kabupaten Katingan

Authors

  • Clarisa O Fortuna Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya
  • Adelgrit Trisia Departemen Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya
  • Tri Widodo Departemen Kesehatan Masyarakat, Program Studi Kedokteran Program Sarjana Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya
  • Ni NS Yuliani Departemen Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya
  • Ravenalla AAHS Putra S Departemen Kesehatan Masyarakat, Program Studi Kedokteran Program Sarjana Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.28932/jmh.v8i1.12281

Keywords:

melahirkan, usia dini, balita, stunting, status gizi

Abstract

Seorang anak dikatakan mengalami stunting jika tinggi atau panjang badannya kurang dari -2 SD pada kurva pertumbuhan WHO. Kondisi ini disebabkan oleh kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi dan malnutrisi kronis. Kabupaten Katingan memiliki angka kejadian stunting tertinggi kedua di Kalimantan Tengah, yaitu 34%, menurut statistik SKI 2023. Karena tubuh dan sistem reproduksi mereka yang belum matang, remaja yang hamil memiliki risiko lebih tinggi membahayakan ibu dan janin. Akibatnya, anak-anak yang lahir sebelum usia 20 tahun lebih mungkin menderita stunting, dan ibu yang melahirkan berisiko mengalami masalah. Dengan menggunakan desain case-control dan teknik analisis observasional, penelitian ini melibatkan 92 anak berusia antara 24 dan 59 bulan (46 kasus dan 46 kontrol) yang dipilih secara khusus. Frekuensi stunting pada anak berkorelasi signifikan dengan perempuan yang melahirkan di usia muda, menurut analisis menggunakan uji chi-square (p = 0,000; OR = 24). Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa memiliki anak sebelum berusia 20 tahun secara signifikan meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Sjarif DR, Yuliarti K, Tridjaja B, Maharani P, Imawati M, Yudiyanto AR, et al. Petunjuk Teknis Berbasis Bukti: Diagnosis dan Tata Laksana Stunting Secara Komprehensif untuk Dokter Spesialis Anak. 2nd ed. Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2024. p.1–198 .

UNICEF, WHO, World Bank G. Level and Trends in Child Malnutrition. World Health Organization. 2023;1–31.

Munira SL, Trihono, Thaha R, Musadad A, Junadi P, Kusnanto H, et al. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. p.1–926.

Tusianti E, Awwaliyah FA, Paramartha DY, Ikawati D, Naviandi U, Wahyuni S, et al. Analisis Tematik Kependudukan Indonesia Fertilitas Remaja, Kematian Maternal, Kematian Bayi, dan Penyandang Disabilitas. Badan Pusat Statistik. 2023. p.1–89.

Sanjaya ITI, Ayu MS. Faktor-Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Di Puskesmas Amplas Kelurahan Harjosari 1 Kecamatan Amplas Kota Medan Tahun 2020. J Kedokt Kesehatan-Fak Kedokt Univ Islam Sumatera Utara. 2022;21(2):152–60.

Fadlyana E, Larasaty S. Pernikahan Usia Dini dan Permasalahannya. Sari Pediatri. 2016;11(2):136–40.

Siswosudarmo R. Pendekatan Praktis Penelitian Epidemiologi Klinis dan Aplikasi SPSS untuk Analisis Statistika. Bagian Obstetrika dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta; 2020.p. 1–136 .

Elfrida AV, Lubis BM, Ramayani OR, Sitorus MS. Analisis Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Stunting dan Faktor Risiko di Kecamatan Medan Denai. Sari Pediatri. 2024;26(3):171–5.

Handayani F, Siagian A, Aritonang EY. Mother’s Education as A Determinant of Stunting among Children of Age 24 to 59 Months in North Sumatra Province of Indonesia. IOSR Journal of Humanities and Social Science. 2017;22(06):58–64.

Theresya AR. Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan kejadian stunting pada anak balita di Puskesmas Gebang, Kabupaten Langkat. Ibnu Sina: J Kedokt Kesehatan. 2024;24(2):918.13. Ramadhini N, Sulastri D, Irfandi D. Antenatal Care Relationship to the Incidence of Stunting in Toddlers Aged 0-24 Months in the Working Area of the Seberang Padang Health Center in 2019. Indones J Health Sci. 2020;1(3):246–53.

Syaflie PB, Sarangnga C. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Stunting di Wilayah Sangatta Kalimantan Timur. Sari Pediatri. 2023;25(3):155–62.

Umami W, Margawati A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif. J Kedokt Diponegoro. 2018;7(4):1720–30.

Norberta J, Rohmawati L. Korelasi Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu dengan Pendidikan Ibu dan Status Nutrisi Bayi usia 6-24 Bulan. Sari Pediatri. 2022;23(6):369–73.

Namangboling AD, Murti B, Sulaeman ES. Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi dan Pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Anak Usia 7-12 Bulan di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Sari Pediatri. 2017;19(2):91–6.

Zahra NF, Mardiah A, Musyarafah, Duarsa ABS. Hubungan Pernikahan Usia Dini, Pengetahuan Ibu dan Pendapatan Keluarga Terhadap Kejadian Stunting di Desa Sukadana Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. J Health Sci. 2023;1(2):193–206.

Handriani JN, Arifin S, Adnyana IGHE. Hubungan Kehamilan Ibu Usia Dini dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bambulung Kabupaten Barito Timur. Barigas: J Riset Mahasiswa. 2023;1(3):122–6.

Oktriani T, Hadi D, Fetrisia W. Hubungan Faktor Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita 24-59 Bulan. J Kes. 2022;13(2):436–41.

Bommer C, Vollmer S, Subramanian SV. How Socioeconomic Status Moderates The Stunting-Sge Relationship In Low-Income and Middle-Income Countries. BMJ Glob Health. 2019;4(1):1–10.

Seidu AA, Hagan JE Jr, Budu E, Aboagye RG, Okyere J, Sakyi B, Adu C, Ahinkorah BO. High-Risk Fertility Behaviour and Undernutrition Among Children Under-Five in Sub-Saharan Africa: a cross-sectional study. BMJ Open. 2023;13(6):1-9p.

Koesnoe S, Pusponegoro A, Madjid OA, Armadhanu DP, Pardede S, Petralina B, et al. Merencanakan Kehamilan Sehat. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. 1–40 p.

Dewi AK, Maulana AM, Nugrahaputra RA, Nurokhim A. Hubungan Preeklampsia Dan Paritas Dengan Kejadian Partus Prematurus Di RSUD Banyumas Periode Januari Sampai Desember 2017. Herb-Medicine J. 2018;1(2):110–4.

Br Tarigan APS, Ami GC, Zara N. Studi Kasus Gizi Buruk dengan Tuberkulosis Paru pada Anak Usia 10 Bulan di Desa Teumpok Tungku Puskesmas Meurah Mulia Tahun 2023. Galenical: J Kedokt Kes Mahasiswa Malikussaleh. 2024;3(2):1–27.

Downloads

Published

2026-02-27

How to Cite

1.
O Fortuna C, Trisia A, Widodo T, NS Yuliani N, AAHS Putra S R. Hubungan Ibu Usia Dini Saat Melahirkan dengan Kejadian Stunting Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Buntut Bali Kabupaten Katingan. J. Med. Health [Internet]. 2026Feb.27 [cited 2026Mar.4];8(1):47-55. Available from: http://114.7.153.31/index.php/jmh/article/view/12281

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)