http://114.7.153.31/index.php/jmm/issue/feedJurnal Manajemen Maranatha2025-11-14T09:46:28+00:00Ida, S.E., M.M.jurnal_manajemen@yahoo.co.idOpen Journal Systems<p>JURNAL MANAJEMEN MARANATHA (JMM) merupakan media publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha. JMM terbit dua kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan November. JMM menerima artikel berbentuk hasil penelitian kuantitatif, kualitatif, serta berbagai karya saintifik serupa lainnya. JMM terbuka bagi setiap akademisi, praktisi, dan profesional yang ingin berbagi pengetahuan dan inspirasi dalam bidang manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya insani, manajemen operasi, dan kewirausahaan.</p>http://114.7.153.31/index.php/jmm/article/view/13768Daftar Isi2025-11-14T08:45:54+00:00Admin JMMjurnal.manajemen@eco.maranatha.edu<p>-</p>2025-11-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Admin JMMhttp://114.7.153.31/index.php/jmm/article/view/11435Literasi digital, technostress, dan adopsi teknologi Industri 4.0: Pendorong kinerja inovasi 2025-03-12T07:36:51+00:00Paul Jonathanpauljonathan@gmail.comAngela Carolineangela.caroline@unpar.ac.idYoke Pribadi Kornariusyoke.pribadi@unpar.ac.idAlbertus Iwan Hendartahendarta@hcm-excellence.comAgus Gunawanagus_gun@unpar.ac.id<p><em>Teknologi canggih, termasuk IoT, AI, Big Data, dan robotika, memungkinkan Industri 4.0 untuk mengubah cara produk diciptakan dan layanan disampaikan, menjadikan proses jauh lebih efisien. Pergeseran digital yang mendalam ini secara signifikan berdampak pada sektor kesehatan, mendorong adopsi dan ketergantungannya yang semakin besar pada teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan. Salah satu faktor penting dalam adopsi teknologi di sektor ini adalah literasi digital tenaga kesehatan, yang mencakup kemampuan mereka untuk mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi. Namun, perkembangan teknologi juga membawa tantangan baru seperti technostress, yaitu tekanan akibat perkembangan teknologi yang cepat. Studi ini berfokus untuk meninjau bagaimana literasi digital dan technostress memengaruhi kinerja inovasi organisasi di sektor kesehatan, dengan tingkat adopsi teknologi Industri 4.0 sebagai variabel mediasi. Penelitian ini melibatkan 216 orang tenaga kesehatan di Kota Bandung dan analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS). Studi ini mengungkapkan bahwa literasi digital dan technostress secara signifikan mendorong adopsi teknologi Industri 4.0. Adopsi tersebut kemudian berfungsi sebagai katalisator untuk meningkatkan kinerja inovasi organisasi. Semakin tinggi literasi digital, semakin baik tingkat adopsi teknologi, yang mendukung terciptanya inovasi dalam organisasi. Technostress, meskipun menambah tekanan, dapat mendorong individu untuk beradaptasi lebih cepat dengan teknologi baru, yang mempercepat inovasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital yang tinggi dan pengelolaan technostress yang baik untuk mendorong adopsi teknologi dan meningkatkan kinerja inovasi, terutama di sektor kesehatan.</em></p>2025-11-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Paul Jonathan, Angela Caroline, Yoke Pribadi Kornarius, Albertus Iwan Hendarta, Agus Gunawanhttp://114.7.153.31/index.php/jmm/article/view/11917Peran kapabilitas inovasi sebagai mediator antara pendidikan kewirausahaan, kewirausahaan digital, dan niat berwirausaha2025-06-21T05:01:39+00:00Rizma Junia Putririzmajuniaputri@gmail.comRakhdiny Sustaningrumrakhdiny.s@atmajaya.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan dan kewirausahaan digital terhadap niat berwirausaha mahasiswa, dengan kapabilitas inovasi sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei online kepada para mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah atau pelatihan kewirausahaan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap kapabilitas inovasi, yang selanjutnya berpengaruh positif terhadap niat berwirausaha. Namun, kewirausahaan digital tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kapabilitas inovasi. Kapabilitas inovasi memediasi hubungan kausal antara pendidikan kewirausahaan dan niat berwirausaha, tetapi tidak memediasi hubungan kausal antara kewirausahaan digital dan niat berwirausaha. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi kapabilitas inovasi sebagai mediator, serta penyesuaian model pada para mahasiswa Indonesia. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pembelajaran kewirausahaan berbasis inovasi dan literasi digital untuk membentuk wirausaha muda yang adaptif dan kompetitif.</em></p>2025-11-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Rizma Junia Putri, Rakhdiny Sustaningrumhttp://114.7.153.31/index.php/jmm/article/view/12039Dampak brand experience terhadap brand attachment: Brand trust sebagai mediator2025-07-04T08:53:03+00:00Muhammad Gaudi Ilyasagaudilyas03@gmail.comLisa Jolanda Catherine Polimpunglisa_jolanda@lecturer.uajm.ac.idFransisca Mulyonosisca@unpar.ac.id<p>Mengevaluasi pengaruh pengalaman merek (brand experience) terhadap keterikatan merek (brand attachment), baik secara langsung maupun melalui kepercayaan terhadap merek (brand trust), ialah tujuan penelitian ini. 150 orang responden yang dipilih melalui metode non-probability sampling dengan teknik purposive yang merupakan konsumen dari Pipinos Bakery. Peneliti melakukan penelitian menggunakan evaluasi outer model, yakni validitas dan reliabilitas, dan inner model, yakni koefisien determinasi (R2), predictive relevance (Q2), signifikansi path coefficient (two-tailed), dan effect size (f2). Pengujian ini menggunakan alat bantu software SEM PLS 3.0 agar menemukan hasil yang akurat. Hasil temuan menunjukkan bahwa brand attachment dipengaruhi secara signifikan oleh brand experience, baik secara langsung maupun melalui brand trust sebagai variabel mediasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa Pipinos Bakery perlu meningkatkan pengalaman merek (brand experience) yang dirasakan konsumen guna memperkuat kepercayaan terhadap merek (brand trust) dan keterikatan terhadap merek (brand attachment). Beberapa cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan brand experience seperti menyediakan sampling corner untuk produk baru, menyapa konsumen dengan nama agar memberikan kesan yang lebih personal, memberikan sistem loyalitas seperti kupon, dan memberikan penawaran di hari ulang tahun atau custom produk. Upaya-upaya ini akan membantu Pipinos Bakery dalam menghadapi persaingan bisnis di era saat ini.</p>2025-11-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Muhammad Gaudi Ilyasa, Lisa Jolanda Catherine Polimpung, Fransisca Mulyonohttp://114.7.153.31/index.php/jmm/article/view/12155Implementasi praktik manajemen rantai pasok hijau pada kinerja organisasional2025-08-03T08:55:25+00:00Dzikra Taqima Wardhanidzikrawardhani@gmail.comWahyuningsih Santosawahyuningsih@trisakti.ac.idRatna Darasihratna.darasih@trisakti.ac.idDorina Widowatidorina.widowati@trisakti.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan </em><em>dalam rangka mengidentifikasi</em><em> pengaruh praktik manajemen rantai pasokan hijau dengan peran inovasi teknologi dan tanggung jawab sosial perusahaan </em><em>pada</em><em> kinerja operasional di sektor industri suku cadang otomotif. Praktik manajemen rantai pasokan hijau semakin penting dalam upaya perusahaan untuk mencapai keberlanjutan dan efisiensi operasional.</em> <em>Metode penelitian yang di</em><em>per</em><em>gunakan </em><em>yaitu</em><em> survei dengan teknik purposive sampling terhadap 205 orang responden, yaitu para karyawan aktif yang bekerja di divisi rantai pasok pada perusahaan manufaktur suku cadang otomotif di Kabupaten Bogor dan Karawang. </em><em>Analisis data dilakukan dengan</em> <em>structural equation modeling (SEM). </em><em>Temuan</em><em> penelitian </em><em>mengungkapkan</em><em> praktik manajemen rantai pasokan hijau berpengaruh signifikan terhadap inovasi teknologi, namun tidak </em><em>menimbulkan pengaruh</em><em> signifikan </em><em>pada</em><em> tanggung jawab sosial perusahaan dan kinerja operasional secara langsung. Selain itu, inovasi teknologi dan tanggung jawab sosial perusahaan tidak terbukti memediasi hubungan antara praktik manajemen rantai pasokan hijau dan kinerja operasional. Temuan ini mengimplikasikan bahwa meskipun perusahaan telah mulai menerapkan praktik ramah lingkungan, pengaruhnya terhadap kinerja operasional masih terbatas dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem operasional. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat integrasi antara kebijakan lingkungan dengan inovasi dan strategi sosial agar dapat mencapai kinerja yang lebih optimal dan berkelanjutan.</em></p>2025-11-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Dzikra Taqima Wardhani, Wahyuningsih Santosa, Ratna Darasih, Dorina Widowatihttp://114.7.153.31/index.php/jmm/article/view/12208Peran fear of failure dan fear of missing out dalam membentuk niat berwirausaha mahasiswa2025-08-18T23:54:34+00:00Muhamad Sonhaji Sodikinsonhaji687@gmail.comNur Nurnur@eco.maranatha.edu<p><em>Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh ketakutan akan kegagalan dan kekhawatiran ketinggalan tren terhadap niat berwirausaha mahasiswa di Kota Bandung, mengingat ketatnya persaingan usaha dan dinamika sosial di kalangan generasi muda. Metode penelitian yang dipakai berlandaskan pada pendekatan kuantitatif dengan pendekatan structural equation modeling (SEM) dan melibatkan sampel 213 orang mahasiswa S-1 yang dipilih melalui purposive sampling. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa ketakutan akan kegagalan (FoF) berdampak pada penurunan niat berwirausaha, sedangkan kekhawatiran ketinggalan tren (FoMO) mendorong peningkatan niat tersebut, dengan kedua faktor psikologis ini menjelaskan hampir 68,9 % variasi niat berwirausaha mahasiswa di Kota Bandung. Oleh karena itu, program pendidikan kewirausahaan perlu menggabungkan modul penguatan self‑efficacy dan resilience untuk mengurangi ketakutan gagal, serta memfasilitasi fear of missing out (FoMO) selaku dorongan positif, misalnya lewat mentorship bisnis dan perencanaan strategis agar niat tersebut dapat direalisasikan secara nyata dengan perencanaan jangka panjang yang matang.</em></p>2025-11-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Muhamad Sonhaji Sodikin, Nur Nurhttp://114.7.153.31/index.php/jmm/article/view/13336Ulasan dan rating pelanggan online sebagai pendorong utama niat pembelian: Peran mediasi kepercayaan2025-09-24T12:01:11+00:00Eliya Aziseliyaadmar@gmail.comArthur Sitaniapessyarthursita1977@gmail.comWeni Novandariweni.prihambodo@gmail.com<p><em>Temuan terkait hubungan antara efek ulasan dan rating pelanggan online pada niat pembelian, dengan kepercayaan sebagai mediasi, masih berbeda atau terdapat inkonsistensi. Sementara itu, bisnis digital memanfaatkan ulasan dan rating pelanggan online sebagai faktor dalam penentuan keputusan pembelian konsumen dan taktik pemasaran. Studi ini berupaya untuk menguji dampak ulasan dan rating pelanggan online melalui mediasi kepercayaan terhadap niat pembelian pada konsumen smartphone di official store Shopee Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif, data melibatkan 209 orang responden yang pernah berbelanja di Shopee. Metode non-probability sampling dan teknik purposive sampling yang diterapkan untuk memperoleh sampel, dengan PLS-SEM yang diaplikasikan dalam analisis data. Studi ini mengidentifikasi bahwa tidak terdapat efek langsung yang signifikan dari ulasan pelanggan online pada niat pembelian, sehingga berbeda dengan penelitian-penelitian terdahulu terkait efek langsung positif dan signifikan dari hubungan tersebut. Studi ini mengungkap bahwa terdapat efek tidak langsung ulasan pelanggan online pada niat pembelian melalui mediasi kepercayaan secara penuh, dan terdapat efek tidak langsung </em><em>rating pelanggan online pada niat pembelian melalui mediasi kepercayaan secara parsial. Studi ini menegaskan bahwasanya ulasan dan rating yang diberikan oleh pelanggan secara online, merupakan pengaruh sosial yang membentuk persepsi konsumen terhadap kepercayaan pada produk dan penjual di e-commerce, dengan berlandaskan pada Social Influence Theory.</em><em> Oleh sebab itu, untuk membangun kepercayaan konsumen, bisnis digital perlu dengan aktif mengontrol dan menanggapi ulasan dan rating pelanggan. Selain itu, untuk menjaga informasi yang berkualitas, platform e-commerce perlu menyediakan fitur yang memudahkan pelanggan memberikan umpan balik yang jujur dan relevan, serta menyaring ulasan yang tidak kredibel.</em></p>2025-11-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Eliya Azis, Arthur Sitaniapessy, Weni Novandarihttp://114.7.153.31/index.php/jmm/article/view/13388Dampak keterlibatan konten digital terhadap pengalaman pelanggan daring melalui kepercayaan dan sikap2025-10-15T03:27:49+00:00Tissa Aulia Damayantitissa-aulia@ubb.ac.idChristianingrum Christianingrumchristianingrum@ubb.ac.idSumar Sumarubbsumar3@gmail.com<p><em>Sebagai respons terhadap dominasi format video pendek dalam pemasaran digital Indonesia, penelitian ini mengkaji peran keterlibatan konten digital di TikTok dalam membentuk online customer experience (OCE) pada merek skincare lokal Somethinc. Tujuannya adalah mengevaluasi pengaruh langsung dan tidak langsung dari keterlibatan konten meliputi konsumsi, kontribusi, dan kreasi terhadap OCE, dengan customer trust dan consumer attitude sebagai mediator. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausal-eksplanatori. Data dikumpulkan dari 437 pengguna aktif TikTok yang mengikuti akun @somethincofficial melalui survei daring, dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan konten digital berpengaruh signifikan terhadap OCE, baik secara langsung maupun tidak langsung. Customer trust berperan sebagai mekanisme psikologis yang memperkuat hubungan antara interaksi konten dan pengalaman pengguna, sementara consumer attitude menerjemahkan respons kognitif-emosional menjadi evaluasi perilaku. Model ini memiliki nilai R² sebesar 43,5%, menunjukkan kekuatan prediksi yang tinggi. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi konten yang membangun kredibilitas dan resonansi emosional. Pemasar disarankan menciptakan konten yang informatif, autentik, dan menarik secara estetika untuk membentuk kepercayaan serta sikap positif konsumen. Studi ini memperkaya literatur COBRAs dengan memasukkan mediator psikologis dan menyoroti peran TikTok sebagai platform utama pembentuk pengalaman merek. Penelitian lanjutan dianjurkan mengeksplorasi platform lain dan dampak jangka panjang guna memperdalam pemahaman dinamika konsumen digital.</em></p>2025-11-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Tissa Aulia Damayanti, Christianingrum Christianingrum, Sumar Sumarhttp://114.7.153.31/index.php/jmm/article/view/13360Determinan kinerja pegawai badan pengembangan sumber daya manusia dimediasi oleh motivasi kerja2025-10-12T23:56:50+00:00Asraf Asrafasrafyunus23@gmail.comHasnia Hasniahasniabpsmdm@gmail.comDedy Takdir Syaifuddindedytakdirsyaifuddin.123@gmail.com<p><em>Sumber daya manusia bertanggung jawab melaksanakan berbagai tugas dan memainkan peran penting pada pertumbuhan organisasi. Setiap organisasi menerapkan standar yang berbeda dalam mengevaluasi calon potensial untuk sumber daya manusia. Persoalan mendasar yang dihadapi di setiap lembaga adalah bagaimana memacu kinerja pegawai agar selalu meningkat. Peningkatan kualitas dan efisiensi kerja dapat tercapai melalui program pelatihan, pengembangan karir, serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung. Riset bertujuan untuk menelaah pengaruh pengembangan sumber daya manusia dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, dengan motivasi kerja sebagai variabel perantara, pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dianalisis melalui teknik regresi. Populasi terdiri dari 76 orang pegawai BPSDM, dan teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 63 orang responden berdasarkan kuesioner yang telah diisi. Dalam penelitian ini, analisis data dengan SEM-PLS mengungkapkan bahwa pengembangan SDM dan kualitas lingkungan kerja secara signifikan meningkatkan kinerja karyawan, namun motivasi kerja ternyata tidak berdampak langsung terhadap kinerja. Kendati demikian, motivasi kerja dapat menjadi mediator dalam korelasi antara pengembangan sumber daya manusia dan kinerja, meskipun peran mediasi tersebut tidak terlihat pada hubungan antara lingkungan kerja dan kinerja. Temuan riset ini bisa dijadikan referensi bagi instansi pemerintah provinsi agar mampu meningkatkan kinerja yang berdampak baik terhadap mutu pelayanan publik kepada masyarakat.</em></p>2025-11-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Asraf Asraf, Hasnia Hasnia, Dedy Takdir Syaifuddinhttp://114.7.153.31/index.php/jmm/article/view/13327Eksplorasi kepedulian, tanggung jawab, dan sikap lingkungan terhadap konsumsi hijau Generasi Y-Z2025-11-05T09:00:19+00:00Theresia Vania Radityatheresi.202100020050@student.atmajaya.ac.idYasintha Soelasihyasintha.soelasih@atmajaya.ac.id<p><em>Permasalahan lingkungan yang timbul akibat sampah plastik, khususnya botol plastik sekali pakai, menegaskan pentingnya praktik konsumsi yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepedulian lingkungan, tanggung jawab lingkungan, dan sikap lingkungan terhadap perilaku konsumsi hijau, dengan berfokus pada penggunaan botol minum isi ulang sebagai alternatif botol plastik sekali pakai. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis peran moderasi karakteristik generasi, khususnya Generasi Y dan Z dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel non-probabilitas dengan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan partisipan berdasarkan pertimbangan peneliti terhadap karakteristik tertentu yang dianggap paling relevan dengan tujuan penelitian. Responden yang dipilih sebanyak 135 orang berusia 13-44 tahun yang memiliki pengalaman menggunakan botol minum isi ulang. Analisis data dilakukan dengan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi hijau, begitu pula sikap lingkungan. Sementara itu, kepedulian lingkungan juga berpengaruh positif, namun pengaruhnya berbeda lintas generasi. Moderasi generasi mengungkapkan bahwa Generasi Z menunjukkan kepedulian lingkungan yang lebih kuat, sedangkan Generasi Y lebih konsisten dalam menerjemahkan tanggung jawab moral dan sikap pro-lingkungan ke dalam praktik konsumsi hijau. Implikasi penelitian ini memberikan masukan praktis bagi pengembangan kampanye lingkungan dan strategi pemasaran yang lebih efektif untuk mendorong adopsi produk ramah lingkungan di kalangan generasi muda.</em></p>2025-11-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Theresia Vania Raditya, Yasintha Soelasihhttp://114.7.153.31/index.php/jmm/article/view/13352Budaya organisasi sebagai penguat hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja pegawai2025-11-10T03:06:14+00:00Arwinsyah Arwinsyaharwinsyahatem@gmail.comSamdin Samdinsamdinuho12@gmail.comMahmudin A. Sabilalomahmuddinsabilalo@gmail.com<p><em>Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, sebagai institusi milik pemerintah, berkewajiban melayani masyarakat secara maksimal yang menjadi pengguna layanan. Dalam mengelola sumber daya manusia agar dapat meraih kinerja pegawai yang efektif dan efisien, RSUD ini memerlukan sinergi agar mampu memengaruhi keberhasilan dalam meraih visi dan misi dari sebuah instansi, terutama rumah sakit. Tujuan dari riset ini yaitu menganalisis dan menguji implikasi kepuasan kerja pada kinerja yang dimediasi budaya organisasi. Riset ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik convenience sampling digunakan dalam pemilihan sampel dan 71 orang pegawai Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara dijadikan sampel yang didapat dari hasil kuesioner. Proses analisis data dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling. Hasil pengujian empiris menunjukkan bahwa kepuasan kerja tidak memberi dampak signifikan pada kinerja pegawai. Sebaliknya, budaya organisasi terbukti menghasilkan dampak signifikan positif terhadap peningkatan kinerja pegawai. Lebih lanjut, budaya organisasi berperan penting sebagai mekanisme mediasi yang menghubungkan kepuasan kerja dengan kinerja pegawai. Dari perspektif teoretis, hasil ini memberi kontribusi konseptual dalam memperluas wawasan mengenai interaksi antara kepuasan kerja, budaya organisasi, dan kinerja pegawai, khususnya dalam konteks pengelolaan sumber daya manusia. Secara praktis, temuan ini memberi arah bagi manajemen rumah sakit dalam menyusun kebijakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berdaya positif. Secara konseptual, penelitian ini berlandaskan pada teori-teori kepuasan kerja, budaya organisasi, dan kinerja pegawai, yang menekankan pentingnya faktor-faktor internal dalam memengaruhi performa individu dalam organisasi.</em></p>2025-11-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Arwinsyah Arwinsyah, Samdin Samdin, Mahmudin A. Sabilalohttp://114.7.153.31/index.php/jmm/article/view/13767Cover2025-11-14T08:44:13+00:00Admin JMMjurnal.manajemen@eco.maranatha.edu<p>-</p>2025-11-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Admin JMM