HUBUNGAN KONSUMSI GULA TAMBAHAN DAN PERSENTASE LEMAK TUBUH TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI DAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
Authors
Angela Budiman
Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Shiela Stefani
Bagian Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Rimonta Febby Gunanegara
Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Abstract
Gangguan siklus menstruasi dan dismenorea merupakan keluhan umum pada wanita usia reproduktif dan dipengaruhi oleh pola makan serta komposisi tubuh. Asupan gula tambahan berlebih dapat meningkatkan akumulasi lemak tubuh melalui proses de novo lipogenesis yang berpotensi mengganggu keseimbangan hormonal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi gula tambahan dan persentase lemak tubuh terhadap siklus menstruasi serta dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan metode simple random sampling dan melibatkan 60 responden dengan rata-rata usia 21 tahun. Data diperoleh melalui kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), pengukuran Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), serta kuesioner siklus menstruasi dan dismenorea. Analisis data dilakukan menggunakan uji independen t-test, Mann–Whitney, dan korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara konsumsi gula tambahan dengan siklus menstruasi (p = 1,00) maupun dismenorea (p = 0,18). Selain itu, tidak ditemukan juga hubungan antara persentase lemak tubuh dengan siklus menstruasi (p = 0,48). Namun, terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh dan tingkat dismenorea dengan arah hubungan negatif (p = 0,03), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase lemak tubuh, maka tingkat dismenorea cenderung lebih rendah.
Kata Kunci: Dismenorea; Gula Tambahan; Persentase Lemak Tubuh; Siklus Menstruasi