GAMBARAN HISTOPATOLOGI PADA PASIEN YANG MENJALANI EGD DENGAN BIOPSI DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2023–DESEMBER 2024
Authors
Nareswari Nazhimah
Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Lukas Mulyono Samuel
Bagian Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Shiela Stefani
Bagian Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Abstract
Esofagogastroduodenoskopi (EGD) merupakan prosedur evaluasi mukosa saluran cerna atas yang sering disertai biopsi untuk pemeriksaan histopatologi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik, diagnosis klinis, dan gambaran histopatologi pasien yang menjalani EGD dengan biopsi di Rumah Sakit Immanuel Bandung periode Januari 2023–Desember 2024. Desain penelitian berupa observasional deskriptif retrospektif yang menganalisis rekam medis 149 pasien. Variabel yang dianalisis meliputi gambaran histopatologi, usia, jenis kelamin, dan diagnosis klinis. Data diolah menggunakan Microsoft Excel, diklasifikasikan sesuai variabel, kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien termasuk kelompok usia 25–64 tahun (65,10%) dan berjenis kelamin perempuan (67,11%). Diagnosis klinis yang paling sering dicatat adalah gastroduodenitis erosif (64 kasus), diikuti esofagogastroduodenitis erosif (49 kasus) dan bile reflux (45 kasus). Gambaran histopatologi yang paling sering ditemukan adalah peradangan (77,2%), diikuti infeksi Helicobacter pylori (9,5%) dan gambaran hipertrofi muskularis mukosa (9%). Secara keseluruhan gambaran inflamasi dan infeksi Helicobacter pylori merupakan yang paling sering ditemukan pada pasien EGD, khususnya pada kelompok usia dewasa, sedangkan perubahan struktural mukosa berupa preneoplastik dan neoplastik ditemukan dalam proporsi yang lebih kecil dan berhubungan dengan diagnosis keganasan pada usia lanjut.
Kata kunci : Esofagogastroduodenoskopi; Gastroduodenitis Erosif; Helicobacter pylori; Histopatologi; Lesi Saluran Cerna Atas