KARAKTERISTIK DEMOGRAFIS DAN TEMUAN ENDOSKOPI PADA PASIEN DISPEPSIA DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2023 – DESEMBER 2024
Authors
Sisca Febri Yanti
Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Lukas Mulyono Samuel
Bagian Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Andi Susanto
Bagian Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Abstract
Dispepsia merupakan kondisi klinis yang menggambarkan adanya keluhan pada organ gastroduodenal yang timbul akibat kondisi fungsional atau organik. Beberapa gejalanya adalah rasa penuh setelah makan, cepat kenyang, nyeri ulu hati, dan rasa terbakar di epigastrium sebagaimana dijelaskan dalam kriteria Rome IV. Faktor yang memengaruhi kejadian dispepsia meliputi pola makan, stres, jenis kelamin, usia serta penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS). Endoskopi memiliki peran krusial dalam memberikan diagnosis dan mengidentifikasi penyebab dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik pasien dispepsia yang menjalani prosedur endoskopi di Rumah Sakit Immanuel Bandung selama periode Januari 2023 - Desember 2024. Metodologi yang diterapkan adalah deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari catatan medis semua pasien dispepsia yang menjalani endoskopi dengan total 175 sampel. Analisis data dilakukan berdasarkan variabel usia, jenis kelamin, keluhan utama, hasil endoskopi, domisili dan alarm symptoms. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien adalah wanita (64%), kelompok usia 40 - 59 tahun (40%), berdomisili di Bandung (86,9%), dengan keluhan yang paling sering adalah nyeri ulu hati (57,7%). Hasil endoskopi yang dominan teridentifikasi adalah gastritis erosiva (87,4%) diikuti duodenitis erosiva (78,3%), dengan diagnosis akhir yang paling banyak adalah esofagogastroduodenitis erosiva (50,9%).
Kata kunci: Dispepsia; Endoskopi; Esofagogastroduodenitis Erosiva; Gambaran Karakteristik; Gastritis Erosiva