GAMBARAN KLINIS PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS DI RUMAH SAKIT MARANATHA PADA MEI–SEPTEMBER 2025

Authors

  • Inneke Aurelia Susanto Chandra Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
  • Limdawati Kwee Bagian Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
  • Oeij Anindita Adhika Bagian Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Masih terbatasnya data gambaran klinis pasien PPOK di Kota Bandung mendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran klinis pasien PPOK di Rumah Sakit Maranatha pada Mei–September 2025. Desain penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari rekam medis dan wawancara terhadap pasien PPOK, meliputi karakteristik demografis, komorbiditas, gejala klinis, derajat keparahan berdasarkan Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD), dan status merokok berdasarkan indeks Brinkman. Subjek penelitian ini berjumlah 102 orang, mayoritas berusia lebih dari 60 tahun (66,7%), laki-laki (78,4%), berpendidikan rendah (46%), dan bekerja di luar ruangan (51%). Komorbiditas terbanyak adalah hipertensi (39,2%); status merokok terbanyak adalah perokok (71,6%) dan termasuk kategori berat (50,7%); sebagian besar tidak memiliki riwayat keluarga PPOK (75,5%). Gejala klinis tersering adalah sesak napas (88,2%), durasi pengobatan terbanyak adalah 0–6 bulan (28,4%). Distribusi pasien terbanyak berdasarkan nilai VEP1 berada pada kategori GOLD 3 (42,9%). Status merokok kebanyakan pasien PPOK GOLD 2 termasuk kategori sedang (36,4%), sedangkan pada GOLD 3 dan GOLD 4 kebanyakan termasuk kategori berat (37,5% dan 52,4%, berurutan). Sebagai simpulan, gambaran klinis pasien PPOK di RS Maranatha didominasi oleh laki-laki usia lanjut, tingkat pendidikan rendah, bekerja di luar ruangan, status merokok berat, dan gejala utama sesak napas. Selain itu, derajat keparahan terbanyak adalah GOLD 3, komorbiditas utama hipertensi, dan durasi pengobatan sebagian besar pasien relatif singkat. Kata kunci: Gambaran Klinis; Penyakit Paru Obstruktif Kronis; Rumah Sakit Maranatha

Downloads

Published

2026-03-20

Issue

Section

Articles