HUBUNGAN ANTARA ASUPAN GULA TAMBAHAN DENGAN MASSA LEMAK TUBUH DAN LEMAK VISERAL PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA ANGKATAN 2022
Authors
Rachel Gracefagas Thiores
Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Shiela Stefani
Bagian Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Hoo Yumilia
Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Abstract
Obesitas bukan hanya menunjukkan adanya kelebihan berat badan, tapi juga adanya penimbunan lemak berlebih di dalam tubuh. Asupan gula tambahan, yaitu gula yang ditambahkan pada proses pengolahan makanan dan minuman, seperti gula pasir, sirup, madu, dan minuman berpemanis dianggap sebagai faktor risiko meningkatnya akumulasi lemak, terutama lemak viseral. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko disfungsi metabolik, resistensi insulin, diabetes melitus tipe 2, dan penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara asupan gula tambahan dengan massa lemak tubuh dan lemak viseral pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang yang melibatkan 60 orang mahasiswi sebagai subjek penelitian. Asupan gula tambahan diukur menggunakan semi quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ), massa lemak tubuh dan lemak viseral diukur menggunakan bioelectrical impedance analysis (BIA) InBody 270. Data yang diperoleh diuji menggunakan uji korelasi Spearman dan didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan gula tambahan dan massa lemak tubuh (p = 0,066) dan tidak terdapat korelasi antara asupan gula tambahan dan lemak viseral (p = 0,057). Sebagai simpulan, asupan gula tambahan tidak berhubungan dengan massa lemak tubuh dan lemak viseral pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha angkatan 2022.
Kata Kunci: Asupan Gula Tambahan; Komposisi Tubuh; Lemak Viseral; Massa Lemak Tubuh