PENGARUH KONDISI MEDIS DAN KONSUMSI OBAT TERHADAP PERUBAHAN STATUS FUNGSIONAL PASIEN LANSIA RAWAT INAP
Authors
Stefie Margaretha Setiya Budi
Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Yenni Limyati
Bagian Keterampilan Klinik Dasar, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Fen Tih
Bagian Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Abstract
Lansia yang sedang dirawat inap sering mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari–hari dan dapat dikaitkan dengan status fungsional yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi medis serta konsumsi obat yang dapat mempengaruhi perubahan status fungsional pasien rawat inap yang diukur pada tiga periode waktu yang berbeda, yaitu 2 minggu sebelum rawat inap, saat pertama kali masuk masuk rumah sakit, dan 1 bulan pascapulang dari rumah sakit menggunakan instrumen Barthel Index. Penelitian ini menggunakan desain studi kohort prospektif dengan metode survei analitik pada pasien lansia yang dirawat di Rumah Sakit Immanuel Bandung. Perubahan rerata status fungsional pada pasien lansia 2 minggu sebelum rawat inap 19,25, saat pertama kali masuk rumah sakit 11,64, dan 1 bulan pascapulang dari rumah sakit 18,06. Hasil uji Mann-Whitney U yang didasarkan pada tiga periode pengamatan (sebelum rawat inap, saat masuk rumah sakit, dan 1 bulan setelah rawat inap) menunjukkan bahwa kondisi medis tidak memiliki pengaruh yang signifikan selama dua periode pertama (p > 0,05), tetapi memiliki pengaruh yang signifikan selama fase pemulihan (p < 0,01), sedangkan penggunaan obat secara konsisten memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan status fungsional di seluruh periode tersebut (p < 0,05).
Kata kunci: Kondisi Medis; Konsumsi Obat; Lansia; Rawat Inap; Status Fungsional