GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN DRUG ERUPTION DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN 2023-2024
Authors
Neza Salsa Fadilla
Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Dian Puspitasari
Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Sugiarto Puradisastra
Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Abstract
Drug eruption (DE) merupakan reaksi kulit akibat penggunaan obat yang menimbulkan berbagai manifestasi klinis, mulai dari ringan hingga berat dan mengancam jiwa. Obat penyebab tersering DE adalah antibiotik dan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien DE di Rumah Sakit Immanuel Bandung tahun 2023–2024 berdasarkan usia, jenis kelamin, luas lesi, dan obat pencetus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis seluruh pasien drug eruption di Rumah Sakit Immanuel Bandung periode Januari 2023 hingga Desember 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik whole sampling terhadap 209 pasien. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Berdasarkan kelompok usia, distribusi terbanyak pada 20–39 tahun (33%). Berdasarkan jenis kelamin, perempuan (52,6%) lebih banyak dibandingkan laki-laki (47,4%). Distribusi terbanyak berdasarkan luas lesi didapatkan pada kategori generalisata (37,3%), dan obat pencetus terbanyak adalah obat antituberkulosis (16%).
Kata kunci: Drug Eruption; Jenis Kelamin; Luas Lesi; Obat Pencetus; Usia