PREVALENSI DAN FAKTOR TERKAIT GANGGUAN TAJAM PENGLIHATAN PADA PEGAWAI OUTSOURCING UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BERDASARKAN UJI SNELLEN
Authors
Dani
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Wenny Waty
Bagian Keterampilan Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Ristag Hamida Hanisia
Program Sarjana Bioteknologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
Abstract
Gangguan tajam penglihatan merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada pekerjaan yang menuntut ketelitian visual. Berbagai studi menunjukkan faktor usia, durasi kerja, pencahayaan, dan penggunaan alat pelindung diri berhubungan dengan gangguan penglihatan dan kelelahan mata pada pekerja industri. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi dan faktor terkait gangguan penglihatan pada pegawai outsourcing Universitas Kristen Maranatha berdasarkan uji tajam penglihatan Snellen. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder dari skrining kesehatan pegawai outsourcing. Tajam penglihatan diperiksa menggunakan Snellen chart pada mata kanan dan kiri; gangguan penglihatan didefinisikan sebagai visus <6/12 pada minimal satu mata. Faktor yang dianalisis mencakup usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, gula darah sewaktu, dan kolesterol total. Analisis meliputi deskriptif dan bivariat (uji chi-square). Dari 68 responden, prevalensi gangguan tajam penglihatan sebesar 27,9% dengan 72,1% memiliki tajam penglihatan normal (≥6/12). Pada subsampel dengan data Snellen lengkap (n=47), proporsi gangguan penglihatan pada masing‑masing mata adalah 27,7%. Analisis bivariat menunjukkan usia ≥30 tahun (OR=2,24; p=0,024) dan IMT obesitas (OR=2,12; p=0,049) berhubungan signifikan dengan gangguan penglihatan, sementara hipertensi menunjukkan hubungan marginal (OR=1,97; p=0,088). Jenis kelamin tidak berhubungan bermakna (p=0,267). Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan peningkatan keluhan mata dan gangguan penglihatan pada pekerja usia lebih tua dan dengan beban kerja visual tinggi. Gangguan penglihatan pada pegawai outsourcing mencapai hampir sepertiga responden, dengan usia ≥30 tahun dan obesitas sebagai faktor penting. Skrining tajam penglihatan Snellen tahunan dan intervensi pengendalian berat badan perlu diprioritaskan dalam program kesehatan kerja.
Kata Kunci: Gangguan Penglihatan; Obesitas; Pegawai Outsourcing; Snellen Chart; Usia