GAMBARAN KARAKTERISTIK LANSIA BERISIKO JATUH YANG BEROBAT KE POLIKLINIK PENYAKIT DALAM LEIMENA RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG

Authors

  • Evandinata Eldoris Sahbirin Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
  • Vera Vera Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung
  • Fen Tih Bagian Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung

Abstract

Lansia merupakan suatu proses penuaan yang tidak dapat dihindari oleh seseorang. Penurunan fungsi tubuh lansia menyebabkan terjadinya gangguan fisik seperti jatuh yang dapat berakibat fatal pada lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi, risiko, dan karakteristik demografis lansia yang berisiko jatuh di Poliklinik Penyakit Dalam Leimena Rumah Sakit Immanuel Bandung. Penelitian observasional deskriptif dengan desain potong lintang ini melibatkan 88 lansia berusia ≥ 60 tahun yang masih dapat berjalan mandiri. Risiko jatuh dinilai menggunakan timed up and go test dan five times sit-to-stand test. Data riwayat jatuh, cedera, karakteristik demografis, penyakit komorbid, dan status fungsional diperoleh melalui wawancara serta rekam medis. Berdasarkan data penelitian, sebanyak 69 lansia memiliki risiko jatuh. Proporsi tertinggi ditemukan pada usia ≥ 80 tahun sebesar 100%, perempuan sebesar 84,6%, dan penderita penyakit jantung koroner sebesar 86,7%. Sebanyak 43 lansia mengalami jatuh dalam dua tahun terakhir dan 42% di antaranya mengalami cedera. Berdasarkan status fungsional, risiko jatuh tertinggi ditemukan pada lansia dengan ketergantungan ringan sebesar 90%. Temuan ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap skrining risiko jatuh di pelayanan rawat jalan. Skrining awal secara daring dapat dipertimbangkan dan dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan saat kunjungan. Kata Kunci: Faktor Risiko; Jatuh; Lansia; RS Immanuel Bandung

Downloads

Published

2026-07-22

Issue

Section

Articles