http://114.7.153.31/index.php/sod/issue/feedSONDE (Sound of Dentistry)2026-02-19T02:12:05+00:00Administratorsonde.jurnal@dent.maranatha.eduOpen Journal Systems<p>SONDE (Sound of Dentistry) is an open access journal under management of Faculty of Dentistry Maranatha Christian University which present original research articles, review articles, and case report that sounding the innovation and recent development in dentistry. SONDE is covering all area of dentistry, including oral biology; dental material science and technology; oral and maxillofacial surgery; pedodontics; dental public health, epidemiology, preventive and community dentistry; conservative dentistry; periodontics; prosthodontics; orthodontics; oral medicine; dentomaxillofacial radiology; forensic dentistry as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach. We accept publication in Bahasa Indonesia or English. The publication biannually published online on March and September each year.<br>ISSN : <a href="http://u.lipi.go.id/1440122069">2460-8580</a> ; e-ISSN : <a href="http://u.lipi.go.id/1562203785">2685-1822</a></p>http://114.7.153.31/index.php/sod/article/view/8981Studi Uji Kuat Tarik Beragam Kawat Ortodontik (Studi Literatur)2024-06-03T06:21:26+00:00Andrew Sukendarandrewedbert20@gmail.comKen Edinatakenedinata@gmail.comAngela Evelynaangela.evelyna@dent.maranatha.edu<p>Dalam kedokteran gigi, kawat ortodontik seringkali digunakan dalam perawatan ortodontik. Kawat ortodontik yang digunakan memiliki komposisi berbeda-beda yang mempengaruhi kemampuan kuat tarik kawat sehingga operator memerlukan pengetahuan tentang kemampuan kuat tarik pada kawat ortodontik. Kemampuan kawat ortodontik mengindikasikan kemampuan kawat untuk digunakan sebagai kawat yang akan diaplikasikan kepada pasien. Dengan kemampuan kawat berbeda-beda pada setiap jenisnya, maka penggunaannya juga berbeda beda. Tujuan studi literatur ini untuk menganalisis perbedaan kemampuan kuat tarik pada berbagai macam kawat ortodontik. Metode yang digunakan merupakan studi literatur dengan mengumpulkan data melalui Pubmed, Ajodo, Google Scholar, dan Mendeley, hingga ditemukan 71.618 jurnal yang akan diseleksi kembali berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh sekitar 7 jurnal yang akan dilakukan analisis. Hasil analisis ini menemukan bahwa kawat stainless steel memiliki kemampuan kuat tarik dengan nilai tertinggi dibandingkan dengan semua kawat yang digunakan dalam penelitian ini.</p>2026-02-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 SONDE (Sound of Dentistry)http://114.7.153.31/index.php/sod/article/view/11509 Management of Supernumerary Teeth in Children2025-03-21T01:36:57+00:00Linda Sari Sembiringlinda.ss@dent.maranatha.eduDominica Dianlinda.ss@dent.maranatha.eduEuis Daralinda.ss@dent.maranatha.edu<p><strong>Background</strong> supernumerary teeth are an anomaly of tooth development in the form of additional teeth from the normal number, located in the upper and lower jaw arches and can cause tooth malposition. Supernumerary teeth can be classified based on chronology, topography, and morphology. <strong>Case</strong> 12-year-old boy with complaints of irregular teeth. On intraoral examination, there were supernumerary teeth between the tooth region 12 and tooth 13. Periapical radiographs showed supplemental supernumerary teeth. <strong>Case Management</strong> extraction of supernumerary teeth with topical gel anesthesia technique and infiltration in the mucobuccofold with 0.5 ml of pehacaine and in the palatine as much as 0.5 ml. Supernumerary teeth were loosened from their sockets using an elevator and removed using forceps. Extraction was carried out carefully because the position of the supernumerary teeth was close to the roots of the erupted premolar teeth. <strong>Discussion</strong> supplemental supernumerary teeth resemble normal teeth and often cause tooth crowding. Supernumerary teeth located between teeth 12 and 13 cause the position of tooth 13 to be labioverted. <strong>Conclusion</strong> early diagnosis through clinical and radiographic examination is important in determining the right treatment plan. Extraction of supernumerary teeth in this case was carried out carefully to prevent damage to the roots of permanent teeth located near the supernumerary teeth</p> <p>Keywords: Supernumerary; extraction; infiltration; crowding</p>2026-02-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 SONDE (Sound of Dentistry)http://114.7.153.31/index.php/sod/article/view/11501Morfologi Permukaan Glass Ionomer Cement dengan Penambahan Nanoselulosa Kristalin dari Serat Ampas Tebu 2025-03-21T01:41:48+00:00Hernindya Dwifulqihernindya.dwifulqi@gmail.comRosalina Tjandrawinatahernindya.dwifulqi@dent.maranatha.eduJoko Kusnotohernindya.dwifulqi@dent.maranatha.edu<p><em>Perkembangan penelitian teknologi nano membuat penggunaan cellulose nanocrystalline (CNC) menjadi alternatif menarik dalam meningkatkan sifat mekanis glass ionomer cement (GIC). Ampas tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan sumber CNC, dengan selulosa nanokristal berkristalinitas tinggi (72,5%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan CNC serat ampas tebu pada sifat mekanis GIC. Sampel GIC (GC Fuji IX) untuk pengujian dibagi dalam 2 kelompok yaitu kontrol dan penambahan 0,2% CNC ampas tebu. Setelah disimpan di dalam aqua distilata dalam inkubator 37<sup>0</sup>C selama 24 jam, sampel dikarakterisasi dengan scanning electron microscope (SEM). Penambahan CNC serat ampas tebu sebanyak 0,2% menunjukkan hasil SEM dengan morfologi permukaan yang lebih padat dan tidak berporus. Dapat disimpulkan bahwa penambahan ampas tebu dengan konsentrasi 0,2% dapat menunjukan morfologi permukaan yang tidak berporus.</em></p>2026-02-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 SONDE (Sound of Dentistry)http://114.7.153.31/index.php/sod/article/view/11516Perbandingan Radiograf CBCT-3D Sebelum dan Setelah perawatan TMD2025-03-21T05:14:48+00:00Dominica Dian Saraswatidominica.dian.saraswati@gmail.comShelly Lelyanashelly.lelyana@gmail.comSilvia Nalianisilvianaliani@gmail.com<p><strong>Pendahuluan</strong>: Osteoarthritis adalah kelainan temporomandibular yang dapat terjadi pada semua usia, kronis dan asimptomatik. Kelainan ini merupakan kelainan yang meliputi anatomis dan fungsional. Radiografi yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosa dan evaluasi adalah <em>CBCT-3D</em>. Laporan kasus ini bertujuan untuk melihat gambaran <em>CBCT 3D</em> pada kasus osteoarthritis sebelum dan setelah perawatan TMD.</p> <p><strong>Metode:</strong> Metode penulisan ini adalah laporan kasus yang dibahas dari berbagai literatur terbaru</p> <p><strong>Laporan Kasus:</strong> Seorang perempuan usia 27 tahun datang ke RSGM Universitas Padjadjaran dengan keluhan sakit pada sendi temporomandibular kiri saat membuka mulut maksimal dan gigi regio kiri tidak berkontak sejak 1 minggu yang lalu. Pasien memiliki riwayat perawatan ortodonti dengan pencabutan gigi premolar sebelah kiri atas, riwayat kliking kanan menahun sejak usia 11 tahun, memiliki riwayat <em>bruxism</em> dan pernah menggunakan <em>nightguard</em>. Pemeriksaan ekstraoral ditemukan adanya krepitasi pada TMJ kiri, deviasi kanan dan <em>myofasial pain</em>. Pasien ditangani mengunakan splint oklusal selama 11 bulan kemudian dilakukan radiografi <em>CBCT-3D</em> sebagai evaluasi. </p> <p><strong>Diskusi:</strong> Pemeriksaan radiograf panoramik, tampak bentuk kondilus <em>flattening</em> kiri dan kanan, posisi kondilus kanan lebih anterior dibandingkan kondilus kiri. Radiograf <em>CBCT-3D</em> menunjukkan bentuk kepala kondilus kanan dan kiri <em>angle-shape</em>. Posisi kepala kondilus kanan lebih ke posterior dibanding kiri.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: <em>CBCT-3D</em> dapat digunakan dalam evaluasi perawatan temporomandibular disorder.</p>2026-02-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 SONDE (Sound of Dentistry)http://114.7.153.31/index.php/sod/article/view/5300Pemberian Asi Eksklusif Berdasarkan Durasi Yang Merupakan faktor risiko terjadinya Early Childhood Caries 2023-03-16T09:20:03+00:00Pindobilowo Pindobilowopindo.b@dsn.moestopo.ac.idDwi Arianipindo.b@dsn.moestopo.ac.idDini Setyowatipindo.b@dsn.moestopo.ac.idRiska Widiastutipindo.b@dsn.moestopo.ac.id<p><strong>L</strong><strong>atar Belakang</strong>: Kegagalan dalam menyusui dapat menyebabkan pengambilan keputusan menghentikan menyusui lebih awal dengan memberikan makanan pendamping ASI bahkan susu formula. Pemberian karbohidrat lebih awal dapat berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut pada anak yaitu <em>early childhood caries (ECC)</em>. <em>ECC </em>adalah karies gigi yang umumnya terjadi pada anak-anak usia 71 kebawah. <strong>Tujuan</strong>: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara durasi pemberian ASI Ekslusif dengan terjadinya <em>early childhood caries </em>pada anak usia 2-3 tahun di Posyandu Wilayah Puskesmas Ciputat, Tangerang Selatan. <strong>Metode</strong>: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan <em>cross sectional </em>dilakukan pada anak usia 2-3 tahun dengan total sampel 82 anak menggunakan <em>purposive sampling </em>berdasarkan kriteria inklusi. Mengukur durasi ASI Ekslusif menggunakan kuesioner, mengukur <em>early childhood caries </em>menggunakan indeks <em>def-t</em>, serta uji statistik <em>korelasi spearman. </em><strong>Hasil</strong>: Hasil perhitungan uji statistik <em>korelasi spearman </em>diperoleh nilai p = 0,034 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi r = 0,234. <strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan antara durasi pemberian ASI Ekslusif dengan terjadinya <em>early childhood caries </em>pada anak usia 2-3 tahun.</p> <p>Kata kunci : Early Childhood Caries, ASI Eksklusif</p>2026-02-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 SONDE (Sound of Dentistry)