Analisis Jaringan Instalasi Air Bersih di Summarecon Mall Bandung

Penulis

  • Muhamad Ridho Adnan Yudhoyono
  • Olga Catherina Pattipawaej Universitas Kristen Maranatha

DOI:

https://doi.org/10.28932/jste.v1i2.13896

Kata Kunci:

Epanet 2.2, Jaringan Distribusi, Kebutuhan Air Bersih, Total Kehilangan Air Bersih

Abstrak

Perencanaan dan perancangan sistem jaringan plumbing air bersih merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam pembangunan gedung. Sehingga harus dilakukan secara bersamaan dan sesuai dengan tahapan perencanaan dan perancangan gedung, yaitu dengan memperhatikan hubungan bagian konstruksi dan instalasi distribusi dalam memenuhi kebutuhan air bersih secara merata. Penelitian Tugas Akhir ini dilaksanakan di Summarecon Mall Bandung, dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis kebutuhan air bersih, sistem distribusinya, dan estimasi biaya yang disajikan dalam bentuk Bill of Quantity. Sedangkan ruang lingkup Tugas Akhir ini mencakup analisis jaringan pipa distribusi dalam jaringan plumbing, debit dan kecepatan aliran, serta analisa hidrolis air bersih menggunakan software EPANET 2.2. Berdasarkan hasil analisis menggunakan software Epanet 2.2, diperoleh debit air bersih jaringan distribusi Summarecon Mall Bandung mencapai 15,50 liter/detik, dengan rata-rata 6000 pengunjung/hari dan memiliki kebutuhan air bersih minimal sebesar 223 liter/ orang/hari. Perubahan ukuran diameter pipa yang dilakukan penulis menghasilkan nilai tekanan fluida yang mengalir dalam pipa (head loss) sebesar 673,36 m/km atau lebih baik dari design awal yang memiliki head loss sebesar 1051,30 m/km.  Kata kunci: Epanet 2.2, Summarecon Mall Bandung, Kebutuhan Air Bersih, Jaringan Distribusi , Total Kehilangan Air Bersih. 

Referensi

Dokumen Gambar Kerja Arsitektur Proyek Bak Penampung air Bersih dan Jaringan Distribusi Pipa. CV Tri Usaha Jasa. 2021.

Artayana, K.C.B., dan Atmaja, G.I., 2010, Perencanaan Instalasi Air Bersih dan Air Kotor Pada Bangunan Gedung dengan Menggunakan Sistem Pompa, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Cakra M, Vol. 4 No.1. April 2010 (51-56).

Badan Standardisasi Nasional. Standar Nasional Indonesia SNI 03- 6481-2000, Sistem Plambing. 2000.

Badan Standardisasi Nasional. Standar Nasional Indonesia SNI-03-7065- 2005 Tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing. 2005.

Badan Standardisasi Nasional. Standar Nasional Indonesia SNI 6773:2008. Tentang Spesifikasi Unit Paket Instalasi Pengolahan Air. 2008.

Badan Standardisasi Nasional. Standar Nasional Indonesia SNI 6774:2008 Tentang Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Pengolahan Air. 2008.

Isnanto, Perencanaan Plambing Air Bersih dan Air Kotor Di Gedung Kantor Administrasi Bandara Adi Soemarmo, Surakarta: Universitas Infrastruktur Perkotaan. 2009.

Japanese Industrial Standards (JIS), Civil engineering and Architecture. 2005.

J. S. Juwana, Panduan Sistem Bangunan Tinggi untuk Arsitek dan Praktisi Bangunan, Erlangga, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. 2004.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/Menkes/PER/IX/1990 Tentang Syarat- Syarat dan Pengawasan Kualitas Air. 1990.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 Tentang Syarat- Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. 2002.

Noerbambang, S.M., dan TMorimura, Takeo, Perancangan dan pemeliharaan sistem plambing, Pradnya Paramita, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, 2005.

R. Wigati, A. Maddeppungeng, & I. Krisnanto, Studi Analisis Kebutuhan Air Bersih Pedesaan Sistem Gravitasi Menggunakan Software EPANET 2.0. Konstruksia, 2015, 6(2).

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-30

Terbitan

Bagian

Engineering