Analisis Kekritisan Air Berdasarkan Water Stress Index di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur
DOI:
https://doi.org/10.28932/jts.v22i2.11926Kata Kunci:
Water Stress Index, FJ Mock, ketersediaan air, kebutuhan air, Sabu Raijua, Semi-AridAbstrak
Pulau Sabu di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah semi-arid yang menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan air bersih akibat keterbatasan sumber daya air dan distribusi permukiman yang tersebar. Studi ini bertujuan menganalisis tingkat tekanan air (water stress) melalui pendekatan Water Stress Index (WSI) berbasis spasial-temporal pada lima kecamatan di Pulau Sabu. Ketersediaan air dianalisis menggunakan metode FJ Mock yang dikombinasikan dengan pengukuran langsung debit mata air, kebutuhan air dihitung berdasarkan data penduduk, cakupan layanan perpipaan, serta populasi ternak. Proyeksi kondisi tahun 2033 menggunakan metode geometri untuk pertumbuhan penduduk, dengan asumsi ketersediaan air relatif tetap. Hasil analisis tahun 2023 menunjukkan bahwa Kecamatan Sabu Tengah dan Sabu Liae memiliki nilai WSI > 1 yang mengindikasikan kondisi defisit air kronis, sedangkan Hawu Mehara dalam kondisi aman. Pada tahun 2033, tekanan air diproyeksikan meningkat di seluruh wilayah dan meningkat secara signifikan seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan stagnasi pasokan air, dengan kondisi paling kritis tetap di Kecamatan Sabu Tengah. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan air berbasis wilayah yang mempertimbangkan kondisi geografis, iklim, dan distribusi permukiman. Model WSI yang dikembangkan dalam studi memberikan dasar ilmiah untuk pengambilan kebijakan pengelolaan sumber daya air secara adaptif dan berkelanjutan.Unduhan
Referensi
BPS Kabupaten Sabu Raijua, & Rakyat, K. (2024). Kabupaten Sabu Raijua Dalam Angka 2024.
Brown, A., & Matlock, M. D. (2011). A Review of Water Scarcity Indices and Methodologies Food, Beverage & Agriculture.
Gheewala, S. H., Silalertruksa, T., Nilsalab, P., Lecksiwilai, N., Sawaengsak, W., Mungkung, R., & Ganasut, J. (2018). Water Stress Index and Its Implication for Agricultural Land-Use Policy in Thailand. International Journal of Environmental Science and Technology, 15(4), 833–846. https://doi.org/10.1007/s13762-017-1444-6
Giné, R., & Agustí Pérez-Foguet, G. (2002). Enhancing the Water Poverty Index: Towards A Meaningful Indicator.
Harmans, F. C. N., Pattiraja, A. H., & Semiun, O. E. (2022). Domestic Demand Analysis for The Availability of Clean Water at Maulafa District. Jurnal Teknik Sipil, 18(2), 202–215. https://doi.org/10.28932/jts.v18i2.3911
Jiang, L., Guli·Jiapaer, Bao, A., Yuan, Y., Zheng, G., Guo, H., Yu, T., & De Maeyer, P. (2020). The Effects of Water Stress on Croplands in the Aral Sea Basin. Journal of Cleaner Production, 254. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2020.120114
Muhardiono, I., & Arthamefia, D. (2024). Analisis Luas Potensi Lahan Irigasi Berdasarkan Neraca Air Embung Kembangan. Jurnal Sumber Daya Air, 20(1), 51–60. https://doi.org/10.32679/jsda.v20i1.891
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua. (2022). Rencana Induk SPAM Kabupaten Sabu Raijua.
Presiden Republik Indonesia. (2019). Undang-undang Republik Indonesia Nomor I7 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air.
Presiden Republik Indonesia. (2020). Peraturan Presiden Republik Indonesia.
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air Konstruksi. (2017). Modul Hidrologi, Kebutuhan dan Ketersediaan Air (Modul 5).
Samsudin, M. F., Mohd Amin, M. F., Syed Omar, S. A., Mat Rasat, M. S., & Salam, M. A. (2020). Analysis of Water Stress Index (WSI) for District Surrounding Ulu Sat Forest Reserve, Kelantan, Malaysia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 549(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/549/1/012015
Santikayasa, I. P., & Okhy Wiranta, D. (2022). Pendekatan Supply-Demand Untuk Identifikasi Indeks Kekritisan Air di Pulau Jawa, Indonesia. Jurnal Sumber Daya Air, 18(1), 1–12. https://doi.org/10.32679/jsda.v18i1.735
Sullivan, C. (2002). Calculating a Water Poverty Index. www.elsevier.com/locate/worlddev
Zefri, R., & Isrami, F. (2023). Pengaruh Pembangunan Bendungan Paselloreng terhadap Pemenuhan Kebutuhan Air Irigasi pada Daerah Irigasi Gilireng. Jurnal Teknik Sipil, 19(1), 38–53. https://doi.org/10.28932/jts.v19i1.5230
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Agustinus Haryanto Pattiraja, Maria Yosefina Sako, Hamdan Nurdin, Paulus Sianto, Sri Santi LMF Seran

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
















