Studi Analitis dan Eksperimental Pengaruh Spasi Baut pada Sambungan Kritis Selip Struktur Baja

Penulis

  • Noek Sulandari Program Sarjana Teknik Sipil, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 40164, Indonesia
  • Cindrawaty Lesmana Program Magister Teknik Sipil, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 40164, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.28932/jts.v22i1.13873

Kata Kunci:

Sambungan Baut, Sambungan Kritis Selip, Spasi Baut

Abstrak

Sambungan baja menggunakan baut tipe kritis selip mengandalkan kekuatan jepitan permukaan yang disambung akibat pemberian pra-tarik baut mutu tinggi (High Strength Bolt ­- HSB) yang digunakan, sehingga lebih rumit pengaplikasiannya dan lebih mahal dibandingkan sambungan tipe tumpu dengan pengencangan baut sampai kondisi snug tight. Meskipun demikian SNI 1729:2020 dan SNI 7972:2020 mensyaratkan sambungan baut dengan pra-tarik harus digunakan pada sambungan ujung komponen rangkap dan jika bekerja beban vibrasi/beban dinamis. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi analitis dan eksperimental pengaruh spasi baut yang berarti pengaruh jarak titik jepitan terhadap kuat geser sambungan baut kritis selip. Studi analitis dilakukan mengikuti peraturan yang berlaku, yaitu SNI 1729:2020. Studi eksperimental di laboratorium menggunakan HSB A325 M-12 dengan 3 (tiga) model benda uji, masing-masing 3 (tiga) spesimen yang dibedakan menurut spasi baut. Hasil uji kuat geser nominal sambungan kritis selip adalah 73 kN untuk benda uji 1 (spasi 40 mm) dan 60 kN untuk benda uji 2 (spasi 70 mm) dan benda uji 3 (spasi 96 mm). Terjadi perubahan/penurunan kekuatan sambungan dengan meningkatnya spasi baut/bertambahnya jarak jepitan namun secara keseluruhan masih memenuhi hasil perhitungan kuat nominal sambungan kritis-selip menurut ketentuan yang berlaku, yaitu 35,94 kN.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

ANSI/AISC 360-16. (2016). Specification for Structural Steel Buildings.

ASTM E8/E8M - 16a. (2016). Test Methods for Tension Testing of Metallic Materials. ASTM International. https://doi.org/10.1520/E0008_E0008M-16A

Dewobroto, W. (2016). Struktur Baja Perilaku, Analisis & Desain - AISC 2010 (2nd ed.). Jurusan Teknik Sipil UPH.

Grondin, G., Jin, M., & Josi, G. (2008). Slip Critical Bolted Connections-A Reliability Analysis for Design at the Ultimate Limit State.

Gutama, A., Kurniawandy, A., & Fatra, W. (2015). Studi Eksperimental Variasi Pretension Sambungan Baut Baja Tipe Slip Critical. Jom FTEKNIK, 2(1Februari).

Salmon, C. G., Johnson, J. E., & Malhas, F. A. (2009). Steel Structures: Design and Behaviour - Emphasizing Load and Resistance Factor Design (5th ed.). Pearson Education, Inc.

Segui, W. T. (2018). Steel Design (6th ed.). Cangage Learning, USA.

SNI 1729:2020 Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural.

SNI 7860:2020 Ketentuan Seismik untuk Bangunan Gedung Baja Struktural.

SNI 7972:2020 Sambungan Terprakualifikasi untuk Rangka Momen Khusus dan Menengah Baja pada Aplikasi Seismik.

Sulandari, N., Pranata, A., & Kristianto, A. (2023). Analisis Sambungan Terprakualifikasi untuk Rangka Momen Khusus dan Menengah Baja Tipe Pelat Sayap Berbaut (PSB) dan T Ganda. Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh November, Volume 21(No. 4), 345–354. http://iptek.its.ac.id/index.php/jats

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-04-01

Cara Mengutip

Sulandari, N., & Lesmana, C. (2026). Studi Analitis dan Eksperimental Pengaruh Spasi Baut pada Sambungan Kritis Selip Struktur Baja. Jurnal Teknik Sipil, 22(1), 115–131. https://doi.org/10.28932/jts.v22i1.13873