Pengaruh Penambahan Limbah Fly Ash Terhadap Kuat Tekan dan Penyerapan Air Batako

Penulis

  • Luckiantoro Rangga Universitas Kristen Maranatha
  • Anang Kristianto Program Studi Teknik Sipil, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 40164, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.28932/jts.v21i2.8453

Kata Kunci:

Abu Terbang, Batako, Semen Portland

Abstrak

Penggunaan limbah fly ash (abu terbang) dalam campuran batako adalah salah satu cara dalam mengurangi limbah hasil pembakaran batu bara dari aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Partikel fly ash yang kecil dapat mengurangi rongga pada batako sehingga mampu meningkatkan kuat tekan dan mengurangi penyerapan air. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memanfaatkan abu terbang PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara sebagai campuran batako ramah lingkungan yang diharapkan dapat meningkatkan kuat tekan dan mengurangi penyerapan air. Analisis ini dilakukan berdasarkan pedoman SNI 03-0349-1989 dan validasi data dilakukan melalui uji eksperimental dengan membuat variasi benda uji batako. Setiap variabel memiliki perbedaan persentase komposisi abu terbang. Komposisi tersebut untuk di laboratorium menggunakan abu terbang basah sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, 35%, 40% sedangkan untuk komposisi di lapangan kondisi abu terbang basah sebesar 0%, 10%, 20%, 25%, 30%, terdapat variabel tambahan abu terbang kering 20%. Perbedaan komposisi ini mengambil 4 terbaik dari hasil pengujian kuat tekan di laboratorium. Hasil pengujian batako di lapangan dengan komposisi 30% abu terbang basah memiliki kuat tekan tertinggi yaitu 21,04 MPa dengan penyerapan air sebesar 9,45%, batako tersebut memenuhi kategori I penyerapan air.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ardha, N. (2003). Pemanfaatan Abu Terbang PLTU-Suralaya Untuk Castable Refractory. Litbang Pengolahan Mineral.

Armendariz Gadri. (2015). Analisa Kuat Tekan Batako Dengan Limbah Cangkang Telur Sebagai Bahan Tambah. [Universitas Muhammadiyah Purwokerto]. https://repository.ump.ac.id:80/id/eprint/626

Joshi, R., & Prakash, V. (2018). An Experimental Study on Fly Ash based Interlocking Hollow Concrete Blocks for Walls. In International Journal of Technical Innovation in Modern Engineering & Science (IJTIMES) Impact (Vol. 4, Issue 5). https://www.researchgate.net/publication/342977919

Klarens, K., Indranata, M., & Hardjito, D. (2016). Pemanfaatan Bottom Ash dan Fly Ash Tipe C Sebagai Bahan Pengganti Dalam Pembuatan Paving Block. Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, 5(2), 1–8.

Naganathan Sivakumar, Mohamed Almamon Yousef Omer, & Mustapha Kamal Nasharuddin. (2015). Perfomance of bricks made using fly ash and bottom ash. Construction Adn Building Materials, 96, 576–580.

Nurzal, Perdana, M., Gunawan, A. P., Ikhsan, H., & Ranjes, R. (2019). Optimization of Flyash Composition and Drying Timein Water Absorption and Compressive Strength Concrete Brick. Journal of Physics: Conference Series, 1364(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1364/1/012069

Nurzal, Perdana, M., & Putera, H. P. (2018). The effect of fly ash composition and drying time concrete brick in density test. MATEC Web of Conferences, 215. https://doi.org/10.1051/matecconf/201821501029

Pangestuti, E. K. (2011). Penambahan limbah abu batu bara pada batako ditinjau terhadap kuat tekan dan serapan air. www.majarikanayakan.com

Pareek, R. K., Bansal, R., Singh, V., & Kant Pareek, R. (2015). Effect on Compressive Strength with Partial Replacement of Fly Ash. International Journal on Emerging Technologies, 6(1), 1–6. https://www.researchgate.net/publication/339973513

Posi, P., Kasemsiri, P., Lertnimoolchai, S., & Chindaprasirt, P. (2019). Effect of fly ash fineness on compressive, flexural and shear strengths of high strength-high volume fly ash jointing mortar. International Journal of GEOMATE, 16(54), 36–41. https://doi.org/10.21660/2019.54.4662

Rahmatul Aida, E., Yanti Lisha, S., Yurike Puty, dan, Lingkungan, T., & Tinggi Teknologi Industri Padang, S. (2018). Pemanfaatan limbah abu terbang batubara (fly ash) di pltu ombilin sebagai bahan koagulan. 1(3). https://id.scribd.com

Ratmayana Urip. (2003). Teknologi Semen dan Beton: Fly Ash, Mengapa Seharusnya Dipakai pada Beton. Gresik: PT. Semen Gresik Indonesia dan PT. Varia Usaha Beton. PT Semen Gresik Indonesia dan PT. Varia Usaha Beton.

Setiawan, A. A., Busyairi, M., Wijayanti, D. W., Studi, P., & Lingkungan, T. (2017). Pemanfaatan fly ash pltu sebagai agregrat dalam pembuatan batako.

Sofwan Hadi. (2000). Pengaruh Ukuran Butiran dan Komposisi Abu Terbang PLTU Surabaya Sebagai Pengisi dan Pozolan.

Sukandarrumidi. (2009). Batubara dan Pemanfaatannya (Cetakan 2). Gadjah Mada University Press.

Syafri Rahmadini, Nazara Fixtor Risman, & Nasution Hasmalina. (2016). Analisa pH, TSS dan Warna Dalam Proses Pengolahan Air Limbah Pulp Dan Kertas Menggunakan Koagulan Fly Ash . 1th Celscitech, 1, 17–20.

https://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_642559579678.pdf

Tjokrodimuljo. (1996). Teknologi Beton. Nafiri.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-10-01

Cara Mengutip

Rangga, L., & Kristianto, A. (2025). Pengaruh Penambahan Limbah Fly Ash Terhadap Kuat Tekan dan Penyerapan Air Batako. Jurnal Teknik Sipil, 21(2), 259 –. https://doi.org/10.28932/jts.v21i2.8453