Model Switching Hybrid Untuk Menangani User dan Item Cold-Start

Isi Artikel Utama

Muhammad Ilman Aqilaa
Muhammad Yusril Helmi Setyawan
Cahyo Prianto

Abstrak

Sistem rekomendasi menghadapi tantangan signifikan dalam kondisi cold-start, yaitu saat informasi tentang pengguna atau item masih terbatas. Penelitian ini mengusulkan pendekatan hybrid switching yang secara adaptif mengombinasikan Content-Based Filtering (CBF), Collaborative Filtering (CF) User-Based, dan CF Item-Based berdasarkan jumlah interaksi pengguna dan item. Evaluasi dilakukan melalui pengujian skenario cold-start terhadap satu pengguna, pengukuran akurasi menggunakan RMSE dan MAE dengan 5-Fold Cross-Validation, serta uji adaptivitas terhadap berbagai tingkat kondisi cold-start (5%, 20%, dan 50%). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model hybrid mampu menangani seluruh skenario cold-start secara efektif, dengan melakukan fallback ke metode CBF atau CF User-Based saat data tidak mencukupi, dan memilih CF Item-Based ketika informasi sudah memadai. Model ini mencatatkan performa terbaik dengan RMSE rata-rata sebesar 0.8165 dan MAE sebesar 0.6592, serta standar deviasi rendah, yang menunjukkan kestabilan performa antar-fold. Selain itu, sistem hybrid menunjukkan kemampuan adaptasi dinamis terhadap tingkat kelengkapan data, dengan pergeseran penggunaan algoritma fallback seiring meningkatnya kondisi cold-start. Dengan demikian, pendekatan hybrid switching tidak hanya unggul dari segi akurasi, tetapi juga fleksibel dan robust, menjadikannya solusi untuk meningkatkan kualitas sistem rekomendasi dalam skenario data yang tidak lengkap.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
M. I. . Aqilaa, M. Y. H. Setyawan, dan C. Prianto, “Model Switching Hybrid Untuk Menangani User dan Item Cold-Start”, JuTISI, vol. 12, no. 1, hlm. 74–86, Apr 2026.
Bagian
Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama