Pemanfaatan Differential Evolution dalam Optimasi Kebutuhan Gizi Balita Gizi Kurang dan Buruk

Isi Artikel Utama

Sinyo April Dethan
Adriana Fanggidae
Juan Rizky Mannuel Ledoh
Yulianto Triwahyuadi Polly

Abstrak

Abstrak — Masalah gizi pada balita khususnya gizi kurang (wasted) dan gizi buruk (severely wasted), masih menjadi tantangan serius di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem optimasi menu makanan harian bagi balita gizi kurang dan buruk (wasted dan severely wasted) usia 12-59 bulan dengan menggunakan algoritma Differential Evolution (DE). Sistem dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan gizi makro (energi, protein, lemak, karbohidrat, serat) dan gizi mikro (kalsium, zat besi, seng, tembaga, fosfor, vitamin C). Basis data yang digunakan terdiri dari bahan makanan yang umum dijumpai dan mudah diakses di NTT, yang dikelompokkan ke dalam kategori makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan. Algoritma DE diimplementasikan untuk menghasilkan kombinasi menu yang optimal, variatif, dan terjangkau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma DE berhasil menyusun rekomendasi menu yang seimbang. Konfigurasi optimal dicapai dengan ukuran populasi 20 dan 1.500 iterasi, yang secara konsisten menghasilkan solusi menu yang valid dengan waktu komputasi efisien. Sistem ini terbukti efektif sebagai alat bantu untuk mengatasi masalah pemenuhan gizi balita dengan mempertimbangkan variasi bahan pangan lokal dan keterjangkauan harga.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
S. A. Dethan, A. Fanggidae, J. R. M. Ledoh, dan Y. T. Polly, “Pemanfaatan Differential Evolution dalam Optimasi Kebutuhan Gizi Balita Gizi Kurang dan Buruk”, JuTISI, vol. 12, no. 1, hlm. 87–97, Apr 2026.
Bagian
Articles