Analisis Tingkat Risiko Bencana Kebakaran di Kecamatan Demak Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
DOI:
https://doi.org/10.28932/jts.v22i2.12419Kata Kunci:
AHP, Kebakaran, Risiko, ArcGIS, Kecamatan DemakAbstrak
Kecamatan Demak di Kabupaten Demak merupakan daerah pusat kota dengan angka kejadian kebakaran yang tinggi dibanding kecamatan lainnya. Penyebab kebakaran banyak terjadi karena konsleting listrik, kebocoran gas, serta pembakaran sampah sembarangan. Diperlukan pemetaan tingkat risiko bencana kebakaran di Kecamatan Demak sebagai upaya penanggulangan bencana kebakaran. Terdapat tiga parameter dalam proses menentukan tingkat risiko kebakaran yaitu ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Pengolahan data dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui bobot tiap variabel dan memanfaatkan software ArcGIS untuk memetakan dengan menggunakan tools Weight Overlay. Berdasarkan analisis, variabel dengan bobot tertinggi dari setiap parameter: variable penggunaan api terbuka dari parameter ancaman dengan bobot 63,33%, kepadatan bangunan dari parameter kerentanan dengan bobot 49,09%, sosialisasi dan pelatihan dari parameter kapasitas dengan bobot 61,94%. Dari hasil pengolahan data parameter ancaman, kerentanan, dan kapasitas, tingkat risiko kebakaran di Kecamatan Demak menunjukkan terdapat 1 daerah berisiko tinggi yaitu Desa Mulyorejo, 8 desa/kelurahan berisiko sedang, dan 10 desa lainnya memiliki risiko rendah. Oleh karena itu, Kecamatan Demak memerlukan perancangan atau perbaikan sistem tata ruang wilayah dan kota, serta perlu penambahan titik hidran atau sumber mata air yang sangat penting untuk pencegahan dan penanganan kebakaran.Unduhan
Referensi
AS/NZS 4360:2004. (2004). Australian/New Zealand Standard Risk Management (3 ed.).
BNPB. (2012). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana.
BNPB, D. K. (2021). Modul Teknis Fasilitasi Kegiatan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana dan Program Pengembangan Ketangguhan Serupa.
BPBD. (2023). Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2023 Tentang Kajian Risiko Bencana Daerah Tahun 2023-2027. Demak.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Demak. (2024). Kecamatan Demak Dalam Angka 2024. Retrieved from Badan Pusat Statistik Kabupaten Demak: https://demakkab.bps.go.id/id/publication/2024/09/26/fa6b49b2bff5ff0353758fad/kecamatan-demak-dalam-angka-2024.html
Cahyo, D. T., & Chandra, D. (2023). Analisis Tingkat Risiko Bencana Kebakaran di Pemukiman Kelurahan Pematang Kandis Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 23761–23765. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.10384
Cvetkovska, M., & Mitrevska, M. J. (2024). Fire Hazard and Fire Risk Assessment of Urban Areas in North Macedonia. Journal of Applied Engineering Science, 22(2), 272–278. https://doi.org/10.5937/jaes0-50442
Fauzia, Q., Lestari, F., & Wardani, D. P. (2022). Analysis of Fire Risk Assessment in South Jakarta 2021. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(1), 26–38. https://doi.org/10.26553/jikm.2022.13.1.26-38
Hasan, M. R., Kauser, M. R. H., & Ibrahim, J. (2021). Fire Hazard in Chattogram City Corporation Area: A Critical Analysis of Its Causes and Mitigation Measures. Frontiers in Sustainable Cities, 3.
https://doi.org/10.3389/frsc.2021.683468
Hermawan, Y. A., Warlina, L., & Mohd, M. (2021). GIS-based urban village regional fire risk assessment and mapping. International Journal of Informatics, Information System and Computer Engineering, 2(2), 143–155.
http://ejournal.upi.edu/index.php/ijost/
Kaswara, Y. E. (2020). Efektivitas Organisasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dalam Menanggulangi Bencana Kebakaran Permukiman Penduduk di Kota Samarinda. 2020(1), 219–232.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. (1980). PER. 04/MEN/1980 Pasal 2. In Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER.04/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan.
Murti, R. H., Wijaya, H. A., Widuri, I. L., Abda, J., Sophianingrum, M., Islami, M. R., Febriyanto, A. F., & Drestanta, E. E. (2023). Risk Assessment of Fire Hazards in Semarang City Residential Areas. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 25(1), 52–61. https://doi.org/10.15294/jtsp.v25i1.42955
Mustofa, U., Fitria, L., & Sitaresmi, D. T. (2022). Analisis Spasial Sebaran dan Tingkat Risiko Kebakaran di Kelurahan Klandasan Ilir, Kota Balikpapan. COMPACT: Spatial Development Journal, 1(1).
https://doi.org/10.35718/compact.v1i1.738
Polri. (2024, October 21). Kebakaran, Bencana yang Paling Sering Terjadi di 2024. Retrieved March 16, 2025, from Pusiknas Bareskrim Polri:
https://pusiknas.polri.go.id/detail_artikel/kebakaran,_bencana_yang_paling_sering_terjadi_di_2024
Putri, S. K., Lestari, F., & Wardhany, M. S. (2021). Analisis Tingkat Risiko Kebakaran Wilayah Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 1023–1038. https://doi.org/10.31004/prepotif.v5i2.2372
Salsabila, A. H., & Anggraeni, I. A. A. (2023). Manajemen Risiko Lingkungan Bendungan Wadaslintang. Jurnal Teknik Sipil, 19(1), 82–97.
https://doi.org/10.28932/jts.v19i1.5393
Sulistyaningtyas, S. A., Nugraha, A. L., & Hadi, F. (2024). Analisis Risiko Bencana Kebakaran Permukiman Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus: Kecamatan Banyumanik dan Tembalang, Kota Semarang). Jurnal Geodesi Undip, 13(1).
Satuan Polisis Pamong Praja. (2020-2024). Data Kejadian Kebakaran Kabupaten Demak.
Sutanti, N., Tjahjono, B., & Syaufina, L. (2020). Analisis Risiko Bencana Kebakaran di Kecamatan Tambora Kota Administrasi Jakarta Barat. TATALOKA, 22(2), 162–174. https://doi.org/10.14710/tataloka.22.2.162-174
Taridala, S., Yudono, A., Ramli, M. I., & Akil, A. (2017). Expert System Development for Urban Fire Hazard Assessment. Study Case: Kendari City, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 79(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/79/1/012035
Tishi, T. R., & Islam, I. (2019). Urban fire occurrences in the Dhaka Metropolitan Area. GeoJournal, 84(6), 1417–1427. https://doi.org/10.1007/s10708-018-9923-y
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pengaggulangan Bencana. (2007).
Wibisana, A. S., Nugraha, A. L., & Wijaya, A. P. (2024). Pemetaan Tingkat Risiko Bencana Kebakaran Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kecamatan Semarang Barat dan Semarang Tengah). Elipsoida: Jurnal Geodesi Dan Geomatika, 07(01), 43–52.
Yong, Z. (2013). Analysis on comprehensive risk assessment for urban fire: The Case of haikou city. Procedia Engineering, 52, 618–623.
https://doi.org/10.1016/j.proeng.2013.02.195
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Syifa' Aulia Ratna Dewi, Budi Priyanto, Tsulis Iq'bal Khairul Amar, Syakir Maghfuri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
















