Pemaafan dan Dukungan Sosial sebagai Faktor Protektif terhadap Ide Bunuh Diri pada Remaja Korban Perundungan

Isi Artikel Utama

Farras Ghina Apsela
Zulfa Indira Wahyuni

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemaafan dan dukungan sosial terhadap ide bunuh diri pada remaja yang mengalami perundungan di Jakarta. Pemaafan dikaji melalui tiga dimensi, yaitu forgiveness of self, forgiveness of others, dan forgiveness of situations, sedangkan dukungan sosial mencakup dukungan dari orang tua, guru, sahabat, serta teman sekelas. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik convenience sampling yang melibatkan 207 remaja korban perundungan. Alat ukur yang digunakan merupakan adaptasi dari Scale for Suicide Ideation (SSI), Heartland Forgiveness Scale (HFS), dan Child and Adolescent Social Support Scale (CASSS). Uji validitas konstruk dilakukan melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA), sedangkan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui kontribusi variabel independen terhadap ide bunuh diri. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemaafan dan dukungan sosial secara simultan berkontribusi signifikan terhadap ide bunuh diri dengan sumbangan efektif sebesar 29,6%. Secara parsial, dua dimensi pemaafan, yaitu forgiveness of others dan forgiveness of situations, terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap ide bunuh diri. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan memaafkan dan keberadaan dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif bagi remaja korban perundungan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel lain, seperti resiliensi, depresi, dan keberfungsian keluarga, serta mengkaji perundungan sebagai konstruk tersendiri. Secara praktis, hasil penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, sekolah, orang tua, dan remaja dalam membangun komunikasi terbuka dan lingkungan yang suportif guna meminimalkan risiko ide bunuh diri pada remaja korban perundungan.
Kata Kunci: ide bunuh diri, pemaafan, dukungan sosial, remaja, korban perundunganPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemaafan dan dukungan sosial terhadap ide bunuh diri pada remaja yang mengalami perundungan di Jakarta. Pemaafan dikaji melalui tiga dimensi, yaitu forgiveness of self, forgiveness of others, dan forgiveness of situations, sedangkan dukungan sosial mencakup dukungan dari orang tua, guru, sahabat, serta teman sekelas. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik convenience sampling yang melibatkan 207 remaja korban perundungan. Alat ukur yang digunakan merupakan adaptasi dari Scale for Suicide Ideation (SSI), Heartland Forgiveness Scale (HFS), dan Child and Adolescent Social Support Scale (CASSS). Uji validitas konstruk dilakukan melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA), sedangkan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui kontribusi variabel independen terhadap ide bunuh diri. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemaafan dan dukungan sosial secara simultan berkontribusi signifikan terhadap ide bunuh diri dengan sumbangan efektif sebesar 29,6%. Secara parsial, dua dimensi pemaafan, yaitu forgiveness of others dan forgiveness of situations, terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap ide bunuh diri. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan memaafkan dan keberadaan dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif bagi remaja korban perundungan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel lain, seperti resiliensi, depresi, dan keberfungsian keluarga, serta mengkaji perundungan sebagai konstruk tersendiri. Secara praktis, hasil penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, sekolah, orang tua, dan remaja dalam membangun komunikasi terbuka dan lingkungan yang suportif guna meminimalkan risiko ide bunuh diri pada remaja korban perundungan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Apsela, F. G. ., & Wahyuni, Z. I. . (2026). Pemaafan dan Dukungan Sosial sebagai Faktor Protektif terhadap Ide Bunuh Diri pada Remaja Korban Perundungan. Humanitas (Jurnal Psikologi), 10(2), 295–312. https://doi.org/10.28932/humanitas.v10i2.14929
Bagian
Articles

Referensi

Ahmad, Shafira Fawzia., Turnip, Sherly Saragih. (2019). Does Family Communication Pattern Predict Suicide Ideation and Attempt? A Longitudinal Study of Adolescence in Indonesia. Joint Proceedings of the 3rd International Conference on Intervention and Applied Psychology (ICIAP 2019) and the 4th Universitas Indonesia Psychology Symposium for Undergraduate Research (UIPSUR 2019). https://www.atlantis-press.com/proceedings/iciap-uipsur-19/125946654?utm_source=chatgpt.com

Alavi, N., Reshetukha, T., Prost, E., Antoniak, K., Patel, C., Sajid, S., & Groll, D. (2017). Relationship between bullying and suicidal behaviour in youth presenting to the emergency department. Journal of the Canadian Academy of Child and Adolescent Psychiatry, 26(2), 70–77.

Astikasari, H. (2023). Hubungan korban perundungan dengan ide bunuh diri siswa di SMP Negeri 2 Bawen. (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Baiden, P., & Tadeo, S. K. (2020). Investigating the association between bullying victimization and suicidal ideation among adolescents: Evidence from the 2017 Youth Risk Behavior Survey. Child Abuse & Neglect, 102, 104417. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2020.104417

Baiden, P., LaBrenz, Catherine., Asiedua-Baiden, Gladys., & Muehlenkamp, Jennifer J. (2020). Examining the intersection of race / ethnicity and sexual orientation on suicidal ideation and suicide attempt among adloscents : Finding from the 2017 Youth Risk Behavior Survey. J Psychiatr Res. 125:13-20. 10.1016/j.jpsychires.2020.02.029

Beck, A. T., Kovacs, M., & Weissman, A. (1979). Assessment of suicidal intention: The Scale for Suicide Ideation. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 47(2), 343–352. https://doi.org/10.1037/0022-006X.47.2.343

Fadillah, A. A., Meidanty, C. A., Haniifah, F., Utami, N. K., Amalia, N., Endjid, P., Hasanah, R., Rahman, R. M., Kausar, R. A., & Setiawan, T. P. (2022). Perkembangan psikologi anak karena dampak bullying. Jurnal Riset Pendidikan dan Pengajaran, 1(2), 157-164. https://doi.org/10.55047/jrpp.v1i2.225

Feliana, F., Azwar, S., Chirzin, M., & Suud, F. (2023). Studi literatur review pengaruh forgiveness pada korban bullying. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(1).

Fredrick, S. S., Demaray, M. K., Malecki, C. K., & Dorio, N. B. (2018). Can social support buffer the association between depression and suicidal ideation in adolescent boys and girls. Psychology in the Schools, 55(5), 490–505. https://doi.org/10.1002/pits.22125

Gismero-González, E., Jódar, R., Martínez, M. P., Carrasco, M. J., Cagigal, V., & Prieto-Ursúa, M. (2020). Interpersonal offenses and psychological well-being: The mediating role of forgiveness. Journal of Happiness Studies, 21(1), 75–94. https://doi.org/10.1007/s10902-018-00070-x

Hirsch, J.K., Webb, J.R.,Jeglic, E.L. (2011). Forgiveness, depression, and suicidal behavior among a diverse sample of college students. Journal of Clinical Psychology, 67(9), 896-906, https://doi.org/10.1002/jclp.20812

Kesuma, V. M., Atmodiwirjo, E. T., & Idulfilastri, R. M. (2021). Pengujian struktur faktor pada konstruk Beck Scale for Suicide Ideation dengan individu dewasa awal. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 5(2), 549–559. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v5i2.11310.2021

Klonsky, E. D., & May, A. M. (2015). The three-step theory (3ST): A new theory of suicide rooted in the “ideation-to-action” framework. International Journal of Cognitive Therapy, 8(2), 114–129. https://doi.org/10.1521/ijct.2015.8.2.114

Kurniasari, A. D., & Rahmasari, D. (2020). Ide bunuh diri pada korban bullying. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 7(3), 117–131.

Kwon, H., Lee, J.-S., Kim, A. R., Hong, H. J., & Kweon, Y.-S. (2018). Risk factors for suicidal ideation and attempts in adolescents. Journal of the Korean Academy of Child and Adolescent Psychiatry, 29(3), 114–121. https://doi.org/10.5765/jkacap.170010

Liu, X., Lu, D., Zhou, L., & Su, L. (2013). Forgiveness as a moderator of the association between victimization and suicidal ideation. Indian Pediatrics, 50(7), 685–688. https://doi.org/10.1007/s13312-013-0191-0

Malecki, C.K., Demaray, M.K. (2002). The Relationship Between Perceived Social Support and Maladjustment for Student at Risk. Psychology in the Schools, 39 (3), 305-316. https://doi.org/10.1002/pits.10018

Man, Xiaoou., Xue, Zengxin., Liu, Jiatong. (2022). Effects of Bullying Forms on Adolescent Mental Health and Protective Factors : A Global Cross-Regional Research Based on 65 Countries. International Journal of Environtmental Research and Public Health (IJERPH), 19(4). DOI:10.3390/ijerph19042374

Miller, A. B., Esposito-Smythers, C., & Leichtweis, R. N. (2015). Role of social support in adolescent suicidal ideation and suicide attempts. Journal of Adolescent Health, 56(3), 286–292. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2014.10.265

Nadira, Fergi. (2026, Maret 19). Tren Bunuh Diri Anak Meningkat, Usia 11-17 Tahun Paling Rentan. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260309153258-33-717388/tren-bunuh-diri-anak-meningkat-usia-11-17-tahun-paling-rentan

OECD. (2019). PISA 2018 results (Volume III): What school life means for students’ lives. OECD. https://doi.org/10.1787/acd78851-en

Olweus, D. (1994). Bullying at school: Basic facts and effects of a school-based intervention program. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 35(7), 1171–1190. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.1994.tb01229.x

Olweus, D., Limber, S. P., & Breivik, K. (2019). Addressing specific forms of bullying: A large-scale evaluation of the Olweus Bullying Prevention Program. International Journal of Bullying Prevention, 1(1), 70–84. https://doi.org/10.1007/s42380-019-00009-7

Pradipta, I Made Rendi & Valentina, Tience Debora. (2024). Faktor Internal Psikologis Terhadap Ide Bunuh Diri Remaja di Indonesia. Innovative : Journal of Social Science Research, 4 (2), 8092-8109, https://j-innovative.org/index.php/Innovative

Quintana-Orts, C., & Rey, L. (2018b). Traditional bullying, cyberbullying and mental health in early adolescents: Forgiveness as a protective factor of peer victimisation. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(11), 2389. https://doi.org/10.3390/ijerph15112389

Reynolds, W. M. (1991). Psychometric characteristics of the Adult Suicidal Ideation Questionnaire in college students. Journal of Personality Assessment, 56(2), 289–307. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa5602_9

Tandiono, I. M., Dewi, F. I. R., & Soetikno, N. (2020). Ide bunuh diri pada remaja korban perundungan: Keberfungsian keluarga dan kualitas hubungan pertemanan sebagai prediktor. Jurnal Psikologi, 13(2), 156–172. https://doi.org/10.35760/psi.2020.v13i2.3307

Thompson, L. Y., Snyder, C. R., Hoffman, L., Michael, S. T., Rasmussen, H. N., Billings, L. S., Heinze, L., Neufeld, J. E., Shorey, H. S., Roberts, J. C., & Roberts, D. E. (2005). Dispositional forgiveness of self, others, and situations. Journal of Personality, 73(2), 313–360. https://doi.org/10.1111/j.1467-6494.2005.00311.x

Toussaint, L., Worthington, E., & Williams, D. R. (Eds.). (2015). Forgiveness and health: Scientific evidence and theories relating forgiveness to better health. Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/978-94-017-9993-5

Windarwati, H. D., Lestari, R., Wicaksono, S. A., Kusumawati, M. W., Ati, N. A. L., Ilmy, S. K., Sulaksono, A. D., & Susanti, D. (2022). Relationship between stress, anxiety, and depression with suicidal ideation in adolescents. Jurnal Ners, 17(1). https://doi.org/10.20473/jn.v17i1.31216

Wahani, E. T., Isroini, S. P., & Setyawan, A. (2022). Pengaruh bullying terhadap kesehatan mental remaja. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 198-203.

Yosep, Iyus., Purnama, Heni., Lindayani, Linlin., Chen, Yen-Chin., Sudrajat, Diwa Agus., Firdaus, Muhammad Rizka. (2024). The Relationship Between Bullying and Risk of Suicide Among Adolescents During the Covid-19 Pandemic in Indonesia. J Korean Acad Child Adoles Psychiatry, 35(1):75-81. doi: 10.5765/jkacap.230012