Remaja Wanita: Self regulation dan Impulsive buying Produk Skincare di Online Shop

Isi Artikel Utama

Reny Yuniasanti
Ayu Annora Azaria

Abstrak

Bertumbuhnya perdagangan e-commerce, memudahkan masyarakat untuk berbelanja dengan lebih mudah dan fleksibel, kapanpun dan dimanapun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self regulation dengan impulsive buying produk skincare di online shop pada remaja wanita. Hipotesis yang diajukan ada hubungan negatif antara self regulation dengan impulsive buying produk skincare di online shop pada remaja wanita. Kriteria subjek dalam penelitian ini ialah remaja wanita berusia 17-22 tahun yang melakukan pembelian produk skincare di online shop sebanyak 2 hingga 5 kali dalam 1 bulan. Adapun jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 100 orang dengan menggunakan probability sampling. Pengambilan data menggunakan skala self regulation dan skala impulsive buying. Dengan hasil koefisien (rxy)= -0.584 dengan nilai signifikasi p = 0.000 (p < 0.050). koefisien determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 0.341 yang menunjukkan bahwa variabel self regulation memiliki kontribusi sebesar 34% terhadap variabel impulsive buying produk skincare pada remaja wanita dan sebanyak 66% dipengaruhi oleh faktor lain. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai self-regulation untuk perilaku membeli dalam belanja online terutama produk skincare.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Yuniasanti, R., & Azaria, A. A. . (2024). Remaja Wanita: Self regulation dan Impulsive buying Produk Skincare di Online Shop. Humanitas (Jurnal Psikologi), 8(3), 397–409. https://doi.org/10.28932/humanitas.v8i3.8624
Bagian
Articles

Referensi

Ananda, R., Fadhli, M. (2018). Statistik pendidikan: teori dan praktik dalam pendidikan. Medan: Widya Puspita.

Anin, A., Rasimin, B., & Atamimi, N. (2008) Hubungan Self Monitoring dengan Impulsive buying Terhadap Produk Fashion Pada Remaja. Jurnal Psikologi UGM, 35(2), 181-193.

Azwar, S. (2016). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Baumeister, R.F. 2002. Yielding to Temptation: Self Control Failure, Impulse Purchasing, and Consumer Behavior. Journal of Consumer Research. Vol. 28, No. 4, hal. 670-676.

Firhan, R., & Nio, S. R. (2021). Hubungan Regulasi Diri dengan Pembelian Impulsive Remaja Putri Bukittinggi Terhadap Produk Pakaian. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2), 3737-3743.

Gawi, R. M., & Rinaldi, R. (2019). Hubungan Antara Regulasi Diri dengan Pembelian Impulsive pada Produk Fashion. Jurnal Riset Psikologi, 2019(2).

Gollwitzer, P. M., & Sheeran, P. (2009). Self-regulation of consumer decision making and behavior: The role of implementation intentions. Journal of consumer psychology, 19(4), 593-607.

Hadi, S. (2015). Statistika. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hausman, A. (2000). A Multi-Method Investigation of Consumer Motivations in Impulse Buying Behavior. Journal of Consumer Marketing, 17(5), 405-426. https://doi.org/10.1108/13522759810214271.

Jabarprov. (2017, Mei 09). Pasar Industry Skincare di Indonesia Capai 70 persen. Jabarprov.go.id. https://jabarprov.go.id/index.php/news/22895/2017/05/09/Pasar-Industri-Skin-Care-di-Indonesia-Capai-70-Persen

Hurlock, E. B. (1994). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang

Rentang Kehidupan. Erlangga.

Jabarprov. (2017, Mei 09). Pasar Industry Skincare di Indonesia Capai 70 persen. Jabarprov.go.id. https://jabarprov.go.id/index.php/news/22895/2017/05/09/Pasar-Industri-Skin-Care-di-Indonesia-Capai-70-Persen

John W. Santrock (2007). Perkembangan Anak. Jilid 1 Edisi kesebelas. Jakarta : PT. Erlangga.

Katadata, (2022, Februari 15) Ada 204,7 juta pengguna internet di Indonesia awal 2022,katadata.co.id. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/03/23/ada-2047-juta-pengguna-internet-di-indonesia-awal-2022#:~:text=MenurutlaporanWeAreSocial,tercatatsebanyak204,7juta

Koski, Nina. (2004). “Impulse buying on the internet: Encouraging and discouraging”, Frontiers of e-business research.

Kompas, (2021, Juli 30). "Perempuan di Masa Pandemi: Skincare Wajah Tetap Ada di Daftar Belanja Wanita, Mengapa?”.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/07/30/154254420/perempuan-di-masa-pandemi-skincare-wajah-tetap-ada-di-daftar-belanja?page=all

Lulutiana, P. (2017). Hubungan antara regulasi diri dengan kecendrungan pembelian impulsive pada remaja akhir terhadap produk barang. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

Neal, D., & Carey, K. (2005). A follow up psychometric analysis of the selfregulation questionnaire. Psychology of Addictive Behaviors, 19(4). 414-42.

Pervin, L. A., Cervone, D., & John, O. P. (2010). Psikologi kepribadian: Teori dan penelitian edisi 9. Jakarta: Prenada Media Group.

Pradipto, Y. D., Winata, C., Murti, K., & Azizah, A. (2015). Think again before you buy: The relationship between self regulation and impulsive buying behaviors among Jakarta young adults. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 222, 177-185.

Santrock, J. W. (2002). Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup (Kelima). Erlangga

Siregar, N. F., & Rini, Q. K. (2020). Regulasi Diri dan Impulsive buying terhadap Produk Fashion pada remaja Perempuan yang Berbelanja Online.. Jurnal Psikologi, 12(2), 213-224.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. PT Alfabet.

Sumartono. (2002). Terperangkap dalam Iklan (Meneropong Imbas Pesan Iklan Televisi). Bandung: Alfabeta

Verplanken, B., & Herabadi, A. (2001). Individual differences in impulse buying tendency: Feeling and no thinking. European Journal of Personality, 15 (1),

Wardani, M. A. (2010). Hubungan antara regulasi diri dan kecenderungan pembelian impulsive pada remaja tengah. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

Yuniasanti, R., & Nurwahyuni, W. A. (2023). Konsep Diri Dengan Perilaku Konsumtif Terhadap Produk E-Commerce Pada Generasi Z. Psychopolytan: Jurnal Psikologi, 6(2), 60-69.

Zebardast, A., Besharat, M. A., & Hghighatgoo, M. (2011). The relationship between self-regulation and time perspective in students. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 30, 939-943.